Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara

Kata Pengantar

Mendasarkan pada Perpres Nomor 192 Tahun 2014 tentang BPKP dan Inpres Nomor 9 Tahun 2014 tentang Peningkatan Kualitas Sistem Pengendalian Intern dan Keandalan Penyelenggaraan Fungsi Pengawasan Intern Dalam Rangka Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat, dan sejalan dengan RPJMN 2015-2019, BPKP menetapkan visinya sebagaiAuditor Internal Pemerintah RI Berkelas Dunia untuk Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional. Untuk mencapai visi tersebut telah ditetapkan 3 misi sebagai berikut: Menyelenggarakan Pengawasan Intern terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Nasional guna Mendukung Tata Kelola Pemerintahan dan Korporasi yang Bersih dan Efektif; Membina Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang Efektif; dan, Mengembangkan Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten..

Nilai-nilai luhur organisasi yang dapat mendorong terselenggaranya misi BPKP telah dirumuskan secara bersama-sama dan ditetapkan sebagai PIONIR dan menjadi ciri khas BPKP, yaitu: Profesional, Integritas, Orientasi Pengguna, Nurani dan Akal Sehat, Independen serta Responsibel.

Berjalannya roda pengelolaan BPKP sebagai instansi pemerintah juga sangat dipengaruhi oleh nilai kearifan (wisdom) yang diterapkan oleh pimpinan BPKP. Nilai kearifan yang mendukung PIONIR adalah 5 AS, yakni: Kerja Keras, Tuntas, Cerdas, ber-Integritas dan Ikhlas.

BPKP merupakan lembaga non-kementeraian yang senantiasa adaptif mengikuti perkembangan dan penyesuaian terhadap perubahan lingkungan strategisnya. Sejak saat ini dan untuk masa datang BPKP akan menyeimbangkan pengawalan melalui kegiatan pengawasan internnya berdasarkan perspektif akuntabilitas keuangan dan akuntabilitas pembangunan. Hal tersebut dapatlah dikatakan sebagai The New Platform BPKP.

Pada tataran implementasi, The New Platform BPKP tersebut menjadikan pengawasan intern oleh Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara pada kegiatan yang bersifat lintas sektoral, kegiatan kebendaharaan umum negara, dan kegiatan lain yang menjadi perhatian presiden, tidak lagi hanya berfokus pada akuntabilitas keuangan melainkan juga pada bagaimana dapat mencapai akuntabilitas pembangunan yang utuh.

Sejalan dengan The New Platform BPKP sebagaimana disebutkan di atas, kerjasama kemitraan dengan pemerintah daerah pun secara otomatis perlu direposisi pada bagaimana Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara dapat melakukan pengawalan tidak hanya pada perspektif akuntabilitas pengelolaan keuangan, melainkan juga pada akuntabilitas pengelolaan pembangunan dan hasil-hasilnya.

Untuk mencapai maksud tersebut, faktor utama keberhasilan yang utama tentu saja berada pada komitmen dan konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan pengelolaan keuangan dan pembangunan, sedangkan Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara lebih bersifat sebagai trigger yang mendorong dapat tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah di wilayah Sumatera Utara. Peran BPKP yang sama seperti untuk instansi pemerintah tersebut, juga diterapkan pada tataran BUMN dan BUMD. Dengan demikian diharapkan tercipta kondisi yang kondusif pada sisi pemerintahan dan terbangunnya good corporate governance bagi dunia usaha di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Upaya Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara melakukan pengawalan akuntabilitas pengelolaan keuangan dan pembangunan tersebut, pada dasarnya tergolong pada upaya pencegahan yang mendorong dicapainya kondisi yang kondusif pada setiap instansi pemerintah. Namun demikian, yang perlu disadari adalah adanya risiko kegagalan dalam upaya pencegahan yang perlu dimitigasi oleh pimpinan instansi pemerintah.

Mitigasi dimaksud adalah setiap penyimpangan (fraud) dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan perlu ditindak-lanjuti melalui solusi yang tepat. Tuntutan untuk melakukan pencegahan terhadap penyimpangan tersebut, semestinya timbul dari kesadaran pimpinan instansi pemerintah untuk memiliki kebijakan yang terintegrasi dan didukung oleh perangkat sistem pengendalian intern yang diperkuat dengan program anti-korupsi atau rencana pengendalian terhadap fraud (fraud control plan).

Demikian pula bilamana fraud dan korupsi benar-benar telah nyata terjadi maka upaya penindakan perlu ditegakkan secara konsisten sehingga dapat memberi efek jera bagi pelakunya. Untuk itulah peran BPKP dalam pelaksanaan audit investigatif, audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara, dan pemberian keterangan ahli di pengadilan sangat dibutuhkan guna membantu penegakan hukum oleh aparatur penegak hukum (KPK, Kepolisian Negara RI, dan Kejaksaan RI). Selain efek jera, penugasan bersifat investigatif yang dilaksanakan oleh BPKP diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan kerugian (recovery assets) berupa pengembalian kerugian keuangan negara, dan yang terlebih penting bagaimana melakukan perbaikan sistem dan prosedur termasuk kebijakan umum yang diperlukan agar penyimpangan tidak terjadi secara berulang di tempat yang sama.

   Kepala Perwakilan,

              Ttd

         Mulyana


Share   
PROFIL
Kata Pengantar
Tugas, Fungsi dan Wewenang
Struktur Organisasi
SDM
Visi dan Misi
PERAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Peran BPKP
Perjanjian Kinerja
PRODUK LAYANAN
Korwas Akuntabilitas Pemerintah Daerah
Korwas Akuntan Negara
Korwas Investigasi
Korwas Instansi Pemerintah Pusat
Bagian Tata Usaha
Korwas P3 APIP
PROGRAM & KEGIATAN
Rencana Kerja Tahunan
Capaian Kinerja
SITUS LAMAN TERKAIT
Facebook/Jejaring Sosial BPKP Sumatera Utara
PELAYANAN PUBLIK
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

KONTAK: Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara
Jl. Jend.l Gatot Subroto, Km.5,5 Medan 20122
Telp. (061) 847 4847, Fax. (061) 847 2842
Email : sumut@bpkp.go.id

Download (Klik gambar yg diinginkan)

 

 

 


 

   
  RENSTRA 2015-2019   LAKIP 2015