Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

Komitmen Mentawai dalam Meningkatkan Level SPIP, Kapabilitas APIP, dan SISKEUDES dalam Keterbatasan
22 Desember 2017 14:59:19 / sumbar / dibaca: 4574 kali / Kat: SPIP

Kamis, 21Desember2017, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Syaiful Jannahdidampingi oleh Asisten I Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra (Seminar Siritoitet).Kepala Badan Keuangan Daerah (Rinaldi) dan Inspektur Mentawai (Miko Siregar) melakukan pertemuanbersama dengan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat, Danny Amanda, Korwas Bidang APD (Chinggih Widanarto), Korwas Bidang Akuntan Negara (Setyawan Djuliarso), dan Auditor Madya (Helma Fatiza) terkait pelaksanaan penilaian maturitas SPIP, bertempat di Ruang Rapat Bidang APD Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat, Padang.

Pada kesempatan itu, Syaiful menyampaikan terimakasih kepada Danny Amanda selaku Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat , yang tidak lelah mendampingi Kabupaten Kepulauan Mentawai, sekaligus harapan. “Kami mengucapkan terima kasih atas pendampingan SISKEUDES yang dilakukan oleh BPKP, sehingga dari 43 desa yang ada, 40 desa sudah mengimplementasi SISKEUDES. Harapan kami BPKP selalu memberikan pendampingan agar implementasi SISKEUDES dapat berjalan dengan baik.” Ditambahkan pula, agar BPKP selalu membantu Mentawai dalam memberikan pelatihan atau pendampingan dan kegiatan pembinaan lainnya, mengingat kondisi geografis dan SDM yang sangat terbatas, ditambah listrik yang sering padam dan sinyal internet yang tidak stabil”.“kami butuh perhatian Pak!!!” tegas Syaiful.

Dalam pertemuan tersebut, Miko Siregar selaku Inspektur ikut menambahkan terkait kondisi Mentawai saat ini. “Terdapat 3 (tiga) hal yang menjadi perhatian Mentawai, 1) Peningkatan Kapabilitas APIP, 2) Peningkatan Maturitas SPIP, dan 3) Implementasi Siskeudes. Kami sangat mengapresiasi cara-cara yang digunakan BPKP dalam membimbing kami, komunikasi aktif yang dilakukan kepada Bupati dan Wakil Bupati berhasil mendorong DPRD menaruh perhatian, sehingga kami bisa menyelenggarakan kegiatan secara simultan.” Ditambahkan oleh Inspektur Mentawai, “Kondisi medan yang kepulauan dan jauhnya Bank membuat kepada desa dalam pencairan Dana Desa mempunyai risiko tinggi, karena harus membawa uang tunai dalam jumlah ratusan juta bahkan ada yang Rp 1M. Perlu upaya-upaya yang lebih besar untuk tetap terjaga dan terselenggara program dana desa”. Pun Rinaldi sebagai Kepala BaKeuDa juga menambahkan informasi, bahwa untuk tahun 2018 Kepulauan Mentawai termasuk yang diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata, “kami sangat membutuhkan bimbingan BPKP, agar perhatian pemerintah baik pusat dan daerah lebih besar lagi, sehingga kami bebas sebagai daerah tertinggal.” Tandasnya.

Setelah mendengarkan dengan seksama atas kesan dan harapan yang disampaikan, Danny Amanda menanggapi, ”kami ucapkan terima kasih atas kehadiran pemda Mentawai dalam pertemuan ini dan mengapresiasi keseriusan Mentawai. Sebagai abdi negara, kita tidak boleh lelah dalam memberikan pelayanan yang optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan bersama-sama meningkatkan akuntabilitas melalui peningkatan level SPIP dan Kapabilitas APIP”. Danny pun mengingatkan, “ Pada Tahun 2018, Presiden akan mengevaluasi Dana Desa, sehingga perlu adanya upaya yang dilakukan terus menerus untuk memastikan implementasi Siskeudes dalam pengelolaan keuangan desa. Tidak ada alasan lagi adanya masalah pengelolaan keuangan desa yang dilakukan secara manual, dan diharapkan kedepannya agar Siskeudes dapat diimplementasikan pada semua proses tata kelola keuangan desa, tidak hanya sebatas perencanaan (penyusunan APBDes)”.

Pada akhir pertemuan, ditutup dengan penyerahan dokumen RTP oleh Sekda kepada Kepala Perwakilan sebagai kelengkapan pelaksanaan Re-Assessment SPIP yang sedang dilakukan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat, dilanjutkan dengan foto bersama.

Ayo Mentawai......................... Bersama Kita Bisa!!!

Humas BPKP Sumbar (Eco, YOGH)



Share      

Berita Terkait:

20 Agustus 2018 11:24:50 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Kabupaten Solok Mengayuh Asa Menuju Level 3 Maturitas APIP dan SPIP
10 Agustus 2018 17:05:54 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Bupati Pasaman Barat Serahkan Laporan Kompilasi Keuangan Desa Semester I Tahun 2018
09 Agustus 2018 16:59:24 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Kabupaten Solok Berkomitmen Tingkatkan Level Maturitas SPIP dan Kapabilitas APIP
30 Juli 2018 17:11:29 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Bertekad Pertahankan Level 3, Walikota Minta BPKP Kawal Implementasi Akuntabilitas di Payakumbuh
25 April 2018 15:13:28 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Menuju Maturitas SPIP Level 3