Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

ISI BIMTEK DI KPU, KAPER SUMBAR TEGASKAN PENTINGNYA PETA RISIKO DALAM SPIP
05 Oktober 2017 23:36:06 / sumbar / dibaca: 1403 kali / Kat: SPIP

Bertindak sebagai Narasumber, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumbar Danny Amanda membawakan materi mengenai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dalam acara Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Penerapan SPIP yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat, Kamis (5/10). 

Bertempat di ruang rapat kantor KPU Provinsi Sumbar, Bimtek tersebut diikuti oleh sekretaris dan satuan tugas (satgas) kabupaten/ kota serta satgas SPIP di KPU Provinsi Sumbar. Turut hadir dalam acara tersebut Koordinator Pengawasan Bidang IPP Perwakilan BPKP Provinsi Sumbar Dessy Adin, Inspektur Sekretariat Jenderal KPU RI Adi Wijaya Bakti, Koordinator Divisi Umum, Keuangan dan Logistik Fikon, Koordinator Divisi Hukum Nurhaida Yetti, dan Sekretaris KPU Provinsi Sumbar Firman.

Dilatarbelakangi dengan tantangan KPU ke depanagar dapat mewujudkan laporan keuangan yang lebih bagus dengan opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Koordinator Divisi Umum, Keuangan dan Logistik pada sambutannya mewakili Komisioner KPU Provinsi Sumbar, menekankan pentingnya penyelenggaraan sistem yang memadai dalam suatu lembaga.

SPIP, sebagaimana defisininya, merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi. Dikatakan Fikon, ia yakin jika SPIP dapat dibangun dan diimplementasikan dengan baik maka ke depan juga akan terwujud pengelolaan aset yang baik, pelaporan yang baik, serta laporan keuangan yang WTP.

Memasuki acara inti, Kaper Sumbar menjelaskan sekilas SPIP dan melanjutkan dengan lebih banyak studi kasus agar peserta bimtek lebih mudah memahami materi. “Secara keseharian, yang perlu dipastikan adalah membuat sistem berdasarkan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Kita analisis risiko-risiko tersebut kemudian kita bandingkan antara risiko yang dihadapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ada.”rinci Danny.

“Selain pelaporan keuangan yang baik, diharapkan ada unsur efisiensi dan efektif dalam menjalankan kegiatan.”lanjut Danny. “Efisien dalam menggunakan anggaran, tidak sekedar dihabiskan namun juga dikaitkan dengan tujuan. Diharapkan juga efektif dalam menjalankan program/ kegiatan, yakni tercapainya tujuan.”

“Jadi Bapak/ Ibu, dibuat dulu peta risiko kemudian dibuat langkah SOP perbaikan untuk memitigasi risiko. Simpelnya seperti itu, untuk mencapai maturitas level 3 (terdefinisi),” ulang Danny memperjelas.

Peserta Bimtek antusias menyimak materi dalam acara dan menyarankan diadakannya diklat khusus terkait implementasi SPIP.

 

(Humas Sumbar-Aya)



Share      

Berita Terkait:

25 April 2018 15:13:28 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat Menuju Maturitas SPIP Level 3
17 Maret 2018 21:06:44 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
PENYERAHAN DOKUMEN RTP TERKAIT PENCAPAIAN MATURITAS SPIP LEVEL 3 KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
15 Maret 2018 16:16:23 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Momentum Penguatan SPIP dan Peningkatan Kapabilitas APIP Di Sumatera Barat
07 Maret 2018 10:25:56 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
SHARING SESSION INSPEKTUR KABUPATEN PADANG PARIAMAN TERKAIT PENCAPAIAN MATURITAS SPIP LEVEL 3
27 Pebruari 2018 18:23:13 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Untuk Peningkatan Maturitas Di Wilayah Provinsi Sumbar, BPKP Sumbar Selenggarakan Workshop SPIP