Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat

Penguatan Penyelenggaraan SPIP Kabupaten Solok: Melangkah Menuju Maturitas Level 3
20 September 2017 15:02:07 / sumbar / dibaca: 1771 kali / Kat: SPIP

SPIP bukan merupakan sarana pengendali tambahan, tetapi harus menjadi basis/dasar dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah, terang Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat dalam Kegiatan Penguatan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Pemerintah Kabupaten Solok. Selasa (19/9).

Bertempat di Ruang ‘Pelangi’  Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, pada hari Selasa (19/09/2017), dilaksanakan Penguatan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dengan fokus peserta perwakilan seluruh Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Solok. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun awareness  pimpinan perangkat daerah untuk mewujudkan akuntabilitas kinerja dan keuangan yang baik. Sedianya, peserta Penguatan Penyelenggaraan SPIP ini adalah seluruh Kepala OPD, tetapi sebagian Kepala OPD tidak bisa hadir sehubungan dengan adanya kegiatan pembahasan APBDP dengan DPRD sehingga yang hadir adalah sebagian Kepala OPD, perwakilan dari OPD dan camat se Kabupaten Solok. Acara yang diinisisasi oleh Inspektorat Kabupaten Solok tersebut dibuka langsung oleh Bupati Solok, H.Gusmal, SE, MM, dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat Danny Amanda dan Koordinator Pengawasan JFA Bidang APD BPKP Perwakilan Sumatera Barat MV. Chinggih Widanarto.

Inspektur Kabupaten Solok Hermantias N, SH, yang dalam kegiatan ini bertindak sebagai Ketua Panitia menyebutkan bahwa kegiatan acara ini merupakan pembukaan atas seluruh rangkaian kegiatan SPIP di Kabupaten Solok. Setelah ini akan dilaksanakan Bimbingan Teknis SPIP untuk seluruh Kepala OPD dan Camat secara bertahap yang dilaksanakan mulai 25 September 2017. Menurut Hermantias, setelah Penguatan Penyelenggaraan SPIP ini, diharapakn seluruh OPD memiliki kesadaran dan persepsi yang sama akan kebutuhan SPIP dalam pelaksanaan kegiatan pada masing-masing OPD.

Dalam pidato pembukaan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat Danny Amanda menegaskan bahwa SPIP merupakan sistem yang sudah teruji dengan baik karena diadopsi dari pola pengendalian intern perusahaan-perusahaan besar. SPIP bukan merupakan sarana pengendali tambahan, tetapi harus menjadi basis/dasar dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah. Implementasi SPIP akan menjamin Pemerintah Daerah  memiliki tata kelola keuangan yang baik untuk mendapatkan opini WTP, mencegah aparatur Pemerintah Daerah terlibat kecurangan (fraud). Tujuan akhirnya  adalah tercapainya visi, misi dan tujuan yang sudah dijabarkan dalam Renstra dan RPJMD serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan masyarakat. Danny Amanda menyebutkan, selama ini sebenarnya kita sudah mengetahui potensi resiko kegiatan, tetapi belum terstruktur dalam dokumen. Dengan menerapkan SPIP, Pemerintah Daerah akan memiliki peta resiko kegiatan yang bisa dievaluasi baik dari segi probabilitas maupun dampaknya sehingga bisa diambil tindakan untuk menghadapi resiko tersebut sehingga tujuannya tetap tercapai.

Dalam sambutan pembukaan, Bupati Solok  menyampaikan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dibutuhkan untuk mengendalikan seluruh kegiatan pemerintah daerah untuk mendukung pencapaian tujuan, visi dan misi dalam Renstra Kabupaten Solok. Menurut Bupati, seluruh Kepala OPD harus mengendalikan kegiatan sejak perencanaan dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Nantinya, tujuan akhir dari penerapan SPIP ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Solok dengan opini WTP. Disamping itu, Pria yang sebelumnya juga berprofesi sebagai aparatur negara ini menegaskan perlunya komitmen dari seluruh OPD untuk menatausahakan aset daerah dengan baik untuk mendukung  terwujudnya Laporan Keuangan Kabupaten Solok dengan opini WTP tersebut. Hal ini disampaikan berkaitan dengan opini Laporan Keuangan Kabupaten Solok Tahun Anggaran 2016 yang masih terkualifikasi Wajar dengan Pengecualian.

Acara Penguatan Penyelenggaraan SPIP ini ditutup dengan penandatanganan Pernyataan Komitmen Implementasi SPIP oleh Kepala OPD dan Camat disaksikan oleh Bupati Solok, Kepala Perwakilan BPKP Sumatera Barat dan Inspektur Kabupaten Solok.

Semoga Maturitas SPIP Level 3 di Kabupaten Solok bisa segera terwujud.

 

Humas Sumbar - guido



Share      

Berita Terkait:

10 Nopember 2018 12:52:25 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Walikota Sawahlunto Sambangi BPKP Sumbar untuk Eratkan Kerjasama
02 Nopember 2018 16:54:50 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
2 Pimpinan Daerah di Sumbar Ekspos Hasil Penilaian Maturitas SPIP
01 Nopember 2018 18:47:48 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Lompatan Maturitas SPIP Kabupaten Kepulauan Mentawai
31 Oktober 2018 18:47:26 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Bangun Koordinasi, Walikota Padang Panjang Terpilih Sambangi BPKP Sumbar
04 Oktober 2018 11:02:16 / sumbar / dibaca: kali / Kat: SPIP
Deputi Bidang PKD BPKP Sampaikan Keynote Speech Workshop SIMDA Perencanaan di Sumatera Barat