Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara

Competence, Integrity, Independent, Confidentiality, Marwah Profesi Auditor Intern
07 Oktober 2016 13:32:48 / sulut / dibaca: 504 kali / Kat: Kapabilitas APIP

Sekretaris Utama BPKP – Meidyah Indreswari, PhD., CA., CCSA., CRMA., CKM, CFrA., berkesempatan membuka Diklat Pembentukan Auditor Pertama di lingkungan Inspektorat se-Provinsi Sulawesi Utara, hari Selasa (04/10) bertempat di Hotel Travello, Manado. Diklat Pembentukan Auditor Pertama di lingkungan Provinsi Sulawesi Utara. Diklat berpola PNBP ini diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari Inspektorat Provinsi Sulawesi Utara, dan Inspektorat Kabupaten/Kota Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mangondow Utara, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Talaud, Kotamobagu, dan Tomohon.

Diklat diselenggarakan selama 190 jam latihan, dan direncanakan berlangsung hingga tanggal 25 Oktober 2016, dengan instruktur yang berasal dari Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara. Pembukaan diklat didahului laporan Korwas P3A Agus Widodo, Ak., selaku ketua panitia penyelenggara, dan sambutan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara Sihar Panjaitan, Ak., MM., CA., CFrA., yang dalam kesempatan tersebut mengutarakan bahwa salah satu tujuan diklat membangun pola pikir APIP, meningkatkan kapasitas auditor, dan menaikkan level APIP demi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara.

Sesma BPKP mengemukakan bahwa salah satu tujuan diklat adalah menambah ilmu  para peserta yang sudah diperoleh di bangku kuliah agar dapat diterapkan dalam pekerjaan. Diklat adalah sarana untuk mengasah dan memutakhirkan ilmu dalam menghadapi lingkungan yang berubah secara dinamis. Ilmu itu seperti obat, kalau sudah kedaluarsa tidak akan bermanfaat bahkan berubah menjadi racun. Dengan demikian apabila diklat tidak dilakukan,  maka APIP akan ketinggalan jaman karena ilmunya  tidak dapat diaplikasikan dalam menghadapi perubahan jaman.  Sesma menginformasikan bahwa The Institute of Internal Auditor dan Kantor Akuntan Publik sebagai lembaga auditor swasta terus berkembang. Mereka selalu mengharuskan para auditornya untuk mengikutkan training minimal 12 hari dalam satu tahun. Sedangkan APIP di Indonesia masih dipandang kurang “greget”nya dalam memutakhirkan kompetensinya, padahal APIP akan diakui dan dipercaya karena kemampuannya dalam memberikan rekomendasi yang berguna bagi mitranya dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian seyogianya  ilmu APIP harus senantiasa di-refresh dan berbenah, imbuhnya.  

Suasana pembukaan diklat kali ini lebih istimewa dari pembukaan diklat sebagaimana biasanya. Dalam kesempatan ini Sesma memberikan kuliah umum seraya memotivasi peserta agar mengikuti diklat dengan seksama sehingga mampu menerapkan yang ilmu dari diklat dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai Internal Auditor Pemerintah. Dengan mengambil referensi dari berbagai hasil survey, Sesma mengutarakan bahwa seseorang dikatakan ilmuan adalah seseorang yang memiliki kemampuan komunikasi baik verbal maupun tulisan. Dahulu auditor dalam rangka mencari bukti atau dokumen dan menyusun laporan selalu menekankan metodologi, namun sekarang ini harus melalui jalur komunikasi. komunikasi yang baik akan menghasilkan suatu rekomendasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan manajemen. Dalam lingkungan yang selalu berubah keberadaan Lembaga Auditor diukur dari kemampuannya untuk memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh mitranya. Untuk mencapai hal tersebut Lembaga Internal Auditor harus dapat mengelola tugasnya dengan menerapkan sistem tata kelola manajemen yang baik, pendekatan pengawasan berbasis risiko dan menerapkan sistem pengendalian intern yang baik.

Ia juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kompetensi dan integritas sebagai seorang auditor. "Competence, Integrity, Independent, Confidentiality merupakan marwah profesi Auditor," ujar Sesma. Dalam praktek profesional sekarang ini tidak lagi menonjolkan gelar akademik, melainkan gelar keahlian. Gelar akademik cenderung ke konsep teoritis sedangkan gelar keahlian berarti dipandang sudah mumpuni atau memilik kompetensi, keahlian, dan kemapanan dalam bertindak. Sehingga saat ini banyak bermunculan gelar keahlian seperti CFE, CFrA, CPMA, CA, CCSA, CRMA, CM, dan lain-lain. Dan untuk mendapatkan gelar tersebut bisa melalui diklat atau bisa diperoleh dengan belajar mandiri.

Peran APIP meliputi assurance dan consulting, sehingga APIP yang mapan akan menjadi problem solver  dan nantinya APIP tidak akan dimusuhi namun dicari cari. APIP sebagai problem solver yang berhasil akan berubah menjadi insight, yaitu secara informal dapat memberikan solusi secara cepat tanpa terikat dengan aturan penugasan formal yang membutuhkan proses yang lama.

Mengakhiri sambutannya, Sesma mengemukakan bahwa salah satu ukuran keberhasilan APIP adalah seberapa banyak mitra dapat menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan dan membawa perubahan bagi organisasi. Kalau masih ada temuan yang berulang dan adanya temuan yang tidak dapat ditindaklanjuti berarti APIP belum mampu mengurai akar permasalahan dan memberikan rekomendasi yang solutif. Dengan demikian APIP dituntut mampu mengetahui dan mengurai semua permasalahan dari stakeholder-nya, imbuhnya yang disambut dengan apresiasi dari seluruh peserta. (humas/ht).



Share      

Berita Terkait:

09 Agustus 2017 09:56:39 / sulut / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
Diklat sebagai Sarana Peningkatan Kompetensi Auditor dalam Peningkatan Kapabilitas APIP
26 Oktober 2016 14:08:08 / sulut / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
PENUTUPAN DIKLAT PEMBENTUKAN AUDITOR PERTAMA DI LINGKUNGAN INSPEKTORAT SE-SULAWESI UTARA
10 Oktober 2016 17:52:35 / sulut / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
Peningkatan Kapabilitas APIP Sebagai Kunci Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Yang Baik
29 September 2016 17:16:10 / sulut / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
INSPEKTORAT TALAUD UPAYAKAN RAIH KAPABILITAS APIP LEVEL 3 SEBELUM 2019
19 Juli 2016 11:18:30 / sulut / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
Workshop Bagi APIP se-Provinsi Sulawesi Utara