Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara

Media Berperan Mengawal Kebijakan Publik
26 Desember 2019 08:17:15 / sultra / dibaca: 375 kali / Kat: PPID

Kendari (17/12), Media mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Peran media sebagai pilar keempat demokrasi sangat penting dalam penyampaian informasi kebijakan dari pemerintah dan penampung aspirasi masyarakat. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra, Yan Setiadi dalam diskusi bersama media yang berlangsung di acara Library Cafe BPKP Sultra, kemarin.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa peran media mainstream seperti koran dan televisi publik dapat berjalan seiring dengan peran BPKP dalam mengawal kebijakan publik, khususnya pembangunan daerah. "Jadi peran media dan BPKP bukan hanya mencari kesalahan, tapi dapat mempengaruhi opini publik demi terwujudnya arah pembangunan yang positif, tentu dalam ranah masing-masing" sambung Yan Setiadi.Dengan posisi strategis tersebut, media mampu memberikan keseimbangan opini publik dan memberikan masukan terhadap pemerintah. "Itu sangat diperlukan, fungsi kontrol sosial harus jalan," tuturnya.

Yang unik, kata Yan Setiadi, media mempunyai kemampuan melakukan "penjajahan". Ia mencontohkan dari aspek budaya, bagaimana sekarang generasi milenial dan generasi Z di Indonesia dimasuki  budaya K-POP, "Itu tak lepas dari pengaruh media. Jadi peran media dalam mengawal kebijakan publik itu signifikan. Oleh karenanya, ke depan tidak tertutup kemungkinan sinergi antara media dan BPKP akan diwujudkan lebih luas dalam bentuk informasi edukasi terkait tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) untuk pemda, pemdes, serta masyarakat pada umumnya" kata Yan Setiadi.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya selalu berupaya jadi mitra yang baik bagi pemerintah dengan selalu berpegang pada prinsip Good News is Good News. "Karena sekarang zaman sudah berubah. Teknologi juga sudah berkembang demikian pesat. Kalau tidak mengubah paradigma pemberitaan, maka akan ditinggal audiens-nya. Sudah gak jaman Bad News is Good News," ungkapnya.

Adapun upaya yang harus dilakukan media saat ini kata Irwan, selain harus responsif terhadap teknologi, yaitu Pertama, bagaimana sebuah media bisa menjadi fasilitator social participation. Media harus berperan sebagai penyambung opini masyarakat untuk mengkritisi kualitas pelayanan publik.

 

Kedua, lanjut Irwan, media harus memiliki social responsibility. Media harus bisa menjadi partner pemerintah untuk menyampaikan kebijakan yang telah diambil untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat.

Ketiga, media juga berfungsi sebagai social support. Kinerja kebijakan pemerintah harus diinformasikan secara obyektif agar diketahui oleh khalayak, termasuk kekurangannya. Sebab, media tak lain merupakan bagian dari kemajuan pemerintah daerah.

Adapun yang Keempat tambah Irwan, media harus menjalankan fungsinya sebagai social control. "Kontrol terhadap pemerintah itu penting, namun dengan perspektif yang seimbang dan akurat, dan jika terjadi kekeliruan maka harus ada perbaikan atau klarifikasi," ungkapnya.

Dalam diskusi yang juga dihadiri seluruh pegawai BPKP itu, turut hadir Kepala LPP TVRI Rosmarie Kandou. Dalam pemaparannya, Rosmarie mengungkapkan bahwa hadirnya TVRI sebagai lembaga penyiaran publik akan selalu berupaya menyajikan program siaran yang senantiasa berorientasi kepada kepentingan seluruh lapisan masyarakat.

"Kami punya visi misi untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat. Kami  tidak bersaing di ranah yang menjadi kekuatan TV swasta berjaringan. Kami adalah sarana pendidikan, informasi, dan hiburan yang tujuannya untuk menguatkan  persatuan dan keberagaman guna meningkatkan martabat bangsa," pungkas Rosmarie Kandou menutup pemaparannya.

Setelah sesi tanya jawab, sebagai penutup, Yan Setiadi mengajak audiens untuk sadar informasi dan sadar komunikasi demi kemajuan organisasi BPKP dan pemerintah pada umumnya untuk kesejahteraan masyarakat.(ys/stk)



Share      

Berita Terkait:

19 Nopember 2019 07:37:22 / sultra / dibaca: kali / Kat: PPID
PENYERAHAN DRAFT PEDOMAN ETIKA ORGANISASI
20 Pebruari 2019 14:18:43 / sultra / dibaca: kali / Kat: PPID
BPKP SULTRA SAMPAIKAN APRESIASI KEPADA ENAM PEMDA PERAIH SAKIP AWARD 2018 PREDIKAT “B”
20 Pebruari 2019 14:18:03 / sultra / dibaca: kali / Kat: PPID
Isnaeni Achdiat : AKUNTAN TETAP EKSIS DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0