Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara

Library Cafe Episode Pertama sharing pengetahuan dengan Kepala BPS Sultra
30 Maret 2019 09:36:02 / sultra / dibaca: 189 kali / Kat: Kapabilitas APIP

Konsep perpustakaan yang biasanya membosankan, telah memunculkan konsep Libarary Cafe sebagai pendekatan baru untuk tempat belajar, diskusi, menggali ilmu dan sumber pengetahuan. Dengan penampilan baru, dapat terus memicu kita untuk haus akan ilmu pengetahuan. Adanya dugaan ketidakakuratan data produksi padi yang menyebabkan berbagai polemik di masyarakat belum lama ini, memerlukan perbaikan metodologi perhitungan data produksi padi dengan menggunakan objective measurement, teknologi terkini, metodologi yang transparan, dan up to date yang terobosan baru yaitu Metode Kerangka Sampel Area (KSA). Jumat (29/3) di Aula Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara diselenggarakan Library Cafe Episode I dengan Tema “KSA: Metode Efektif Perhitungan Produksi Beras dan Aspek Pengawasan Ketahanan Pangan”. yang dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara Yan Setiadi.

Acara yang dipandu oleh Korwas  bidang APD Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara Listyono, langsung dimulai dari sharing pengetahuan Kepala BPS Sulawesi Tenggara M. Edy Mahmud tentang metode baru hasil kerja sama antara BPS, BPPT, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, BIG, dan LAPAN, Metode Kerangka Sampel Area (KSA).“Problem utama metode penghitungan Produksi Beras  lama adalah mengadalkan eye estimate dan laporan dinas terkait untuk menghitung Luas lahan yang akan dikalikan produktifitas untuk menghasilkan produksi beras”. Perbedaan dengan metode baru, penghitungan luas lahan memerlukan adanya kegiatan Verifikasi Luas Lahan Baku Sawah dan Metode Kerangka Sampel Area (KSA). Metode KSA dikembangkan oleh BPPT dan  telah mendapat penghargaan dari LIPI. Pengukuran luas panen menggunakan KSA dilakukan mulai 2018. Metode ini ingin mengurangisampling error dengan menambah ukuran sampel. Namun, resikonya, ukuran sampel yang lebih besar akan berpeluang untuk meningkatkan nonsampling error yang biasanya berupa human error. Namun demikian, nonsampling error dapat dikurangi dengan merancang dan melaksanakan survei sebaik-baiknya. Non sampling error dipengaruhi oleh faktor manusia, seperti konsep / definisi, daftar isian dan buku panduan, pelatihan petugas, responden, editing dan coding, perekaman data , dan faktor lainnya. Hasil survei akan menjadi efektif dan efisien bila total error kecil.

Untuk terus menyempurnakan pelaksanaan metode ini diperlukan pengamatan jumlah stok beras dari waktu ke waktu per bulan (bukan kumulatif satu tahun), perlu diteliti pergerakan produksi beras antar provinsi dan kabupaten/kota (provinsi surplus dan provinsi defisit) dan terus melakukan updating luas lahan baku sawah secara berkala.

Selanjutnya, diselingi dengan Penampilan STLC music Factory milik Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara, menikmati kopi buatan barista dan camilannya menghilangkan ketegangan dari materi tentang statistik.

Narasumber kedua, Korwas Bidang IPP Perwakilan BPKP Sulawesi Tenggara Maman Suherman sharing BPKP telah melaksanakan berbagai pengawasan. “untuk cetak sawah baru, masalah utama adalah singkronisasi antara cetak sawah dengan penyediaan saluran irigasinya”. Selain itu masalah lain adalah pengawasan saluran dana terhadap bantuan ke kabupaten seperti saprodi, benih, pupuk, dan pembasmi hama, pembangunan embung desa, rehab jaringan irigasi tersier dan pembangunan bendungan serta masalah penyediaan industri pascapanen. Hubungan instansi provinsi dan instansi kabupaten masih kurang harmonis/koordinasi sehingga data penerima tetap menggunakan data BPS. Namun, pada intinya penyelesaian masalah seluruhnya merupakan  kepentingan bersama,  bukan hanya pemerintah pusat tetapi juga pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Sebelum penutup, penampilan standup comedy dengan sulap dari Pejabat Fungsional Auditor Tandang Setiabudi membuat tertawa lepas peserta yang hadir di Library Cafe episode ini.

Penutup Kepala Perwakilan BPKP provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi narasumber dan para panitia. Dengan closing speech “BPKP concern di data. Tetap tujuan utama BPKP agar pemerintah ketika membuat kebijakan berdasarkan data yang valid (evidence base), menentukan leading sector yang jelas dan mengukur capaian suatu program.(Mr/St)



Share      

Berita Terkait:

12 Maret 2019 12:57:38 / sultra / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
INSPEKTORAT KOTA BAUBAU TERUS BERBENAH DIRI MENUJU LEVEL 3 KAPABILITAS APIP
11 Pebruari 2019 13:50:48 / sultra / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
GUBENUR SULTRA: PERAN BPKP DI DAERAH SEMAKIN PENTING
30 Agustus 2018 15:25:18 / sultra / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
Kepala Perwakilan BPKP Sultra dampingi Kunjungan Kerja Menteri Keuangan
24 April 2018 13:29:42 / sultra / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
Workshop Peningkatan Kapabilitas APIP diLingkungan Pemda Se-Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018
13 Nopember 2017 12:51:48 / sultra / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
FESTIVAL WAKATOBI WAVE TAHUN 2017