BPKP SulSel Fasilitasi Diklat SPI Lingkup Universitas Hasanuddin

Makassar - Selasa (7/9) Universitas Hasanuddin Makassar bekerja sama dengan Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Auditor. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah auditor pada Satuan Pengawas Internal (SPI) lingkup Universitas Hasanuddin yang akan berlangsung selama dua hari ke depan. Kepala Perwakilan, Arman Sahri Harahap berkenan hadir memberikan sambutan pembuka didampingi Korwas P3A, Raden Kemal, Pengendali Teknis, Yohanis Daunputeh, dan Ali Baba mewakili Rektorat Unhas. Pendidikan dan Pelatihan ini bertempat di LPMPP-A Lantai Dasar Gedung Perpustakaan Unhas dengan narasumber berasal dari BPKP SulSel.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan menyampaikan bahwa audit intern ke depannya sudah berada pada era ke 4, yaitu audit intern berbasis risiko. Tetapi sesungguhnya dalam praktek masih sangat jarang instansi yang melaksanakan penugasan berbasis risiko tersebut. Kalau kita berbicara pengawasan intern tentunya yang pertama harus dipahami adalah apa itu audit intern.

Pengawasan intern di Indonesia dikenal sebagai Aparatur Pengawasan Intern Pemerintah, tapi di sektor publik dikenal sebagai audit intern, atau auditor intern. Audit Intern itu adalah kegiatan insurance dan consulting. Insurance adalah kegiatan yang terkait dengan pemberian jaminan atas pelaksanaan pekerjaan, apakah itu yang terkait dengan kesesuaian dengan kriteria yang sudah ditetapkan ataupun ukuran-ukuran dari indikator yang sebelumnya telah ditetapkan ataupun kesesuain dengan regulasi atau target yang telah ditetapkan.

Lanjut Kepala Perwakilan, sedangkan consulting adalah pemberian jasa, secara umum dikatakan pemberian nasehat ataupun pendapat. Ini tentunya berbicara di hulu, karena hakekat dari pengawasan intern itu adalah dihulu. Karena pengawasan intern adalah bagian dari manajemen. Kalau kita melakukan pengawasan yang bersifat post audit itu adalah untuk melakukan penilaian secara keseluruhan. Seyogyanya hadir pengawasan intern tersebut dihulu, makanya  menjadi sangat penting.

Keberadaan audit intern adalah memberikan nasehat, kemudian atas nasehat tersebut dilaksanakan oleh pemangku risiko, atau  pemilik risiko yang kemudian pada saat selesai nanti baru diekspose, (dilakukan penyujian kembali) apakah memang dilaksanakan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kegiatan insurance dan consulting yang independen adalah kata kunci yang tidak bisa terlepas dari pengawasan. Independensi menjadi marwah dari pengawasan itu sendiri, karena kita berbicara trust (kepercayaan).

Dua hal tersebut menjadi sangat pokok dalam melakukan pekerjaan pengawasan karena sifatnya memberikan nasehat yang tidak bias. Kemudian kalau melakukan insurance, insurance yang apa adanya. Kalau kita berbicara pengawasan apakah itu dilaksanakan oleh pihak intern atau ekstern, maka hasilnya tersebut bisa memberikan nilai tambah, bukan hanya sekedar menyajikan masalah, artinya bila ada masalah bagaimana mencari solusi atas permasalahan tersebut. Semoga Didklat selama dua hari ini, Ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam pekerjaan pengawasan internal  SPI di Universitas Hasanuddin, ungkap Arman. 

(Kominfo BPKP SulSel_Tony S.)