SHARING SESSION BERSAMA DR ARIEF TRI HARDIYANTO AK, MBA

Dr. Arief memaparkan bahwa penanganan korupsi di BPKP berfokus pada penanganan secara edukatif, preventif dan represif.

Penangan secara edukatif antara lain dilakukan melalui Masyarakat Pembelajar Anti Korupsi (MPAK) yang melibatkan masyarakat, yang dalam hal ini adalah pegawai pemerintahan untuk membentuk suatu Komunitas Pembelajar Anti Korupsi (KomPAK). KomPAK ini yang diedukasi untuk bisa menjadi pionir dalam pencegahan korupsi di lingkungan kantornya.

Pencegahan secara preventif dilakukan melalui Fraud Risk Assessment (FRA) untuk memetakan risiko yang ada dalam suatu program atau kegiatan. Agar risiko yang ada dapat diminimalisir dampaknya atau dikurangi kemungkinan terjadinya. 

Sementara yang sudah sering dan dari dulu dilakukan oleh BPKP adalah penanganan korupsi dengan cara represif, yaitu melalui Audit Investigatif, Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PPKN) dan Pemberian Keterangan Ahli(PKH).

Dalam kesempatan tersebut, Dr.Arief juga berbagi tentang pengalamannya dalam menangani beberapa kasus selama menjadi auditor di BPKP.

Acara yang dipandu oleh moderator Jajang Rahmawan tersebut berlangsung secara interaktif. Arief memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan beberapa pertanyaan dan narasumber menjawabnya bukan hanya secara ilmu keinvestigasian, tetapi juga disertai contoh dan pengalaman yang pernah dialaminya sendiri. Terima kasih Pak Arief, semoga ilmu yang telah dibagikan bisa diamalkan oleh pegawai BPKP Sulbar.

(Humas BPKP Sulbar)