Dari analisis yang dilakukan atas opini publik terhadap BPKP pada periode 1 Juli 2011 sampai dengan 30 September 2011 atau triwulan III tahun 2011,
diperoleh hasil sebagai berikut :
Pada triwulan III tahun 2011, jumlah pemberitaan tentang BPKP oleh media massa cetak/online di pusat/Jakarta maupun di daerah adalah berjumlah 1.181 berita. Kategori terbanyak adalah berita dengan nilai “baik” berjumlah 1.086 berita atau sebesar 91,96%, kemudian menyusul kategori “baik sekali” dengan jumlah pemberitaan sebanyak 67 berita atau 5,67%, lalu kategori “tidak baik” sebanyak 28 berita atau 2,37%, sedangkan kategori “tidak baik sekali” berjumlah 0 berita atau 0%. Kondisi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Contoh berita baik :
Contoh berita tidak baik :
Perbandingan Opini

Kategori Berita

Jumlah berita yang ada di media adalah sebai berikut :

Komposisi jumlah berita dan perbandingan dengan triwulan II untuk semua perwakilan BPKP adalah sebagai berikut

Dominannya pemberitaan berkategori “baik” maupun “baik sekali” di pusat maupun daerah menunjukkan bahwa peran, tugas, dan fungsi BPKP masih sangat diperlukan oleh para stakeholder BPKP. Peran preventif BPKP tersebut dapat berupa pendampingan, asistensi, sosialisasi, diklat, bimtek, workshop, ataupun audit operasional. Adapun peran represif BPKP antara lain adalah audit investigasi, perhitungan kerugian negara, pemberian keterangan ahli, juga diperlukan untuk membantu para penegak hukum seperti kejaksaan, polisi, dan KPK.
Kemudian untuk lebih mempublikasikan kinerja baik BPKP, perlu menjalin hubungan baik dengan media massa. Kegiatan membina hubungan tersebut dapat berbentuk press conference, press release, media visit, media gathering, media briefing, dan pameran. Selain itu juga, BPKP perlu meningkatkan kompetensi para pengelola kehumasannya melalui diklat, workshop, PKS, dan lain-lain.