Sinergi Riset, Teori, dan Praktik dalam IPSC 2019

Mengusung tema “Energizing Public Sector towards the Next Industrial Revolution”, IPSC bertujuan menyediakan media untuk mempresentasikan temuan penelitian serta berbagi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan Sektor Publik. Selain itu, konferensi ini juga memfasilitasi pertemuan informal bagi para peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi yang peduli pada pengembangan sektor publik menuju Good Governance.

Tahun ini, IPSC menghadirkan pembicara kunci, yaitu Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Tobin Im dari Seoul National University Korea Selatan, Rektor Universitas Nusa Cendana Fredrik L. Benu, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat. Para peserta yang hadir di antaranya merupakan akademisi, peneliti, dan praktisi yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Nigeria.

Sebagai praktisi sektor publik, BPKP ikut berpartisipasi dalam event yang diselenggarakan tahunan ini. Sekretaris Utama BPKP Dadang Kurnia mengisi sesi talk show bersama dengan Nemoto Masatguru dari Chungbuk University Korea Selatan, Zahirul Hoque dari Business School La Trobe University Australia, dan Direktur Politeknik STAN Rahmadi. Pada talk show dengan tema “Synergizing of Research, Theory and Practice” tersebut, Dadang memaparkan keberhasilan BPKP dalam mengembangkan Center of Excellence (CoE) yang berkolaborasi dengan delapan perguruan tinggi gegeri dan sebelas pemerintah daerah. Kisah sukses ini merupakan studi kasus keberhasilan BPKP melakukan sinergi antara riset, teori dan praktik.