Sekretariat Utama

Berita Seputar Sekretariat Utama

BPKP Menyongsong Pengelolaan Keuangan Terbaik
02 Juni 2016 17:11:53 / bowosesma / dibaca: 327 kali / Kat: Quality Assurance Reformasi Birokrasi

Di hadapan para pengelola keuangan seluruh unit kerja BPKP, Sekretaris Utama BPKP berharap kualitas pengelolaan keuangan BPKP menjadi lebih baik.

 

Biro Keuangan bekerja sama dengan Perwakilan BPKP Provinsi Lampung menyelenggarakan rapat koordinasi dengan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan  staf PPK dari seluruh unit kerja BPKP di Aula Perwakilan BPKP Povinsi Lampung, selama dua hari ke depan mulai Kamis, 2 Juni 2016. Pertemuan para pengelola keuangan unit kerja BPKP tersebut sekaligus untuk rekonsiliasi  self blocking anggaran BPKP 2016 sebesar Rp19,34 milyar. Dalam laporannya, Kabag Anggaran Agus Setiyanto menyampaikan bahwa dengan pertemuan para pengelola keuangan ini diharapkan usulan revisi anggaran BPKP 2016 dari seluruh unit kerja BPKP dapat terekonsiliasi dan tersusun dengan baik.

Sekretaris Utama Meidyah Indreswari dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tidak memiliki anggaran yang cukup untuk membiayai semua program/kegiatan kementerian/lembaga. Oleh karena itu  pemerintah fokus  pembiayaannya pada bidang kemaritiman, infrastruktur, pariwisata, dan ketahanan pangan. Sebagai salah satu lembaga yang ikut dipotong anggarannya untuk mendukung program tersebut, BPKP harus menyikapi hal tersebut dengan melaksanakan tugasnya secara efisien dan efektif.

Kepada para pengelola keuangan, Sekretaris Utama menyampaikan instruksi dari Kepala BPKP agar BPKP masuk dalam lima besar kualitas pengelolaan keuangan terbaik. Menurut  Kemenkeu, terdapat dua belas kategori kualitas pengelolaan keuangan yang baik yaitu penyerapan anggaran, rasio kesalahan pembuatan SPM, rasio ketepatan waktu penyampaian data kontrak, rasio ketepatan waktu pengelolaan uang persediaan, rasio ketepatan waktu penyelesian tagihan, rasio revisi per satker, rasio ketepatan penyampaian LPJ ke KPKN, retur SP2D, pagu minus, dispensasi SPM, deviasi perbandingan antara realisasi dan anggarannya, dan deviasi perencanaan kas. Meidyah berharap para pengelola keuangan mengetahui titik lemah dari pengelolaan keuangan dan mencari pemecahan masalahnya. “Insanitydoing the same thing over and over again and expecting different results,"  tutup Meidyah mengutip kata-kata  Albert Einstein.  Suatu kegilaan: melakukan hal yang sama berulang-ulang dan berharap hasil yang berbeda.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama didampingi Kepala Perwakilan BPKP Lampung Sally Salamah, Kepala Biro Keuangan Priti Pratiwi Bhakti, dan Inspektur Achdiman Kartadimadja meresmikan Masjid Al Ikhlas di lingkungan kantor Perwakilan BPKP Lampung yang dibangun dari donasi dari para pegawai BPKP. (Humas-hb/is)



Share      

Berita Terkait: