Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Riau

BERPAKAIAN ADAT MELAYU, PARA PEGAWAI BPKP RIAU SELENGGARAKAN HALAL BI HALAL
29 Juni 2018 08:53:45 / riau / dibaca: 662 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Dalam suasana dan busana budaya adat Melayu, Halal Bihalal BPKP Riau diselenggarakan, menggenapi intensitas habluminallah (hubungan kepada Allah) dengan memperbaiki habluminannas (hubungan kepada sesama manusia). Berkah Ramadhan dan ikatan Silaturahim yang semakin dieratkan pada  Bulan Syawal diharapkan dapat memperkuat integritas dan inovasi pengawasan.

“Ampunan dari Allah akan menjadi tertahan manakala hamba yang bersangkutan belum mendapatkan keampunan dari hamba lain yang pernah disakiti,” demikian dikatakan Kaper BPKP Riau Dikdik Sadikin dalam acara Halal Bihalal pada hari Selasa 26 Juni 2018 atau 11 Syawal 1439 H di Aula BPKP Perwakilan Riau, Pekanbaru.

Acara Halal Bi Halal tersebut tampak semarak dengan warna warni busana adat Melayu yang dikenakan seluruh pegawai BPKP Riau dan Dharma Wanita-nya, sebagai code dress pada kegiatan usai cuti lebaran itu.

Sesuai pepatah “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, maka pengenaan busana adat Melayu pada acara khusus seperti itu, mencerminkan posisi BPKP Perwakilan Riau sebagai instansi vertikal di daerah, yang senantiasa menyelaraskan dengan local content. Hal ini sejalan dengan semangat Pemprov Riau, yang telah mencanangkan penguatan muatan lokal (mulok) Adat Melayu dalam upaya mencapai Visi Misi Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu 2020 (lihat  http://www.bpkp.go.id/riau/berita/read/20147/0/BPKP-Diharapkan-Turut-Dukung-Muatan-Lokal-Budaya-Melayu-di-Riau.bpkp ).

Dalam suasana budaya adat Melayu yang kental dengan nuansa religius itulah Kaper BPKP Riau mengajak para hadirin untuk menggenapi intensitas habluminallah (hubungan kepada Allah) yang dilakukan selama Ramadhan, dengan memperbaiki habluminannas (hubungan kepada sesama manusia) seusainya.

“Tuntaskan hal-hal yang masih mengganjal diantara kita dengan saling maaf memaafkan. Agar kita dapat, seperti penjaga pom bensin bilang, mulai dari nol nol lagi. Semoga Allah SWT pun ridha, dan menerima semua amal ibadah kita,” himbau Kaper BPKP RIau.

Senada dengan Kaper Dikdik, Ustadz Maghfiroh yang memberikan tausiyah pada acara itu berpesan bahwa hendaknya para pegawai dapat terus menjaga semangat beribadah layaknya dalam bulan Ramadhan. Karena tanda amal ibadah diterima oleh Allah SWT adalah ketika kita tetap terus berbuat kebaikan setelahnya. Untuk itu, penting untuk menjaga kualitas ibadah usai Ramadhan. “Karena amal ibadah yang diterima adalah ibadah yang dilakukan secara kontinyu. Ganjarannya adalah surga yang di dalamnya terdapat apa yang kita inginkan, sebagaimana terkandung dalam surat Fusilat ayat 30-32”, tukas Maghfiroh.

Ustadz Maghfiroh menegaskan pentingnya mempererat tali silaturahim atau ukhuwah, menjaga integritas, dan kaitannya dengan inovasi pengawasan. Hal ini sesuai tema acara yaitu “Pererat Tali Silaturahim, Jaga Integritas Dan Tingkatkan Inovasi Pengawasan”.

Integritas, menurut Pak Ustadz, merupakan salah satu hikmah dari berpuasa, khususnya puasa di Bulan Ramadhan. “Karena sesungguhnya ibadah puasa itu hanya diketahui Allah SWT dan orang yang bersangkutan. Ketika berpuasa, seseorang dapat saja berbohong kepada sesama manusia, tetapi Allah tidak mungkin dikelabui. Dengan berpuasa, seseorang seperti diuji apakah dia dapat bertahan memegang teguh integritasnya atau tidak. Diuji ketahanannya untuk tidak makan dan tidak minum, meskipun tidak ada orang lain yang melihat. Proses ini sekaligus menanamkan kesadaran yang tinggi pada diri, sebagai sebuah integritas, bahwa Allah senantiasa melihat apa pun yang kita lakukan. Kapan pun dan dimana pun. Integritas inilah yang harus senantiasa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan pekerjaan kita,” ujar Ustadz Maghfiroh. “Dengan kokohnya ukhuwah dan integritas itu, maka insya Allah kinerja dan inovasi pengawasan pun akan dapat terdorong meningkat”.

Karena itu, “Sebelum kita mengawasi orang, seyogyanya kita mampu mengawasi diri kita sendiri”, pungkas Ustadz Maghfiroh sebagai simpulan di akhir tausiyahnya.

Acara Halal Bihalal itu diakhiri dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan antar seluruh pegawai, dilanjutkan dengan berfoto dan makan siang bersama.

 

(HUMAS BPKP RIAU / Gamadi)



Share      

Berita Terkait:

06 Agustus 2018 09:37:21 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kaper BPKP Riau Lepas Empat Pegawai
28 Juni 2018 15:21:43 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BPKP Diharapkan Turut Dukung Muatan Lokal Budaya Melayu di Riau
08 Juni 2018 11:25:53 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Bersama Khatamkan Al Qur\'an, Para Pegawai BPKP Riau Dipesankan Optimalkan Berkah di Ujung Ramadhan
06 Juni 2018 13:54:25 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
E-Samsat Riau, Nostalgia dan Mimpi Plt Gubernur Riau Bersama BPKP yang Kini Terwujud
03 Juni 2018 13:15:58 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BPKP Riau Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila


 


 

Selembayung Pengawasan