Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Riau

BPKP Diharapkan Turut Dukung Muatan Lokal Budaya Melayu di Riau
28 Juni 2018 15:21:43 / riau / dibaca: 991 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Era globalisasi, dengan segala dampak ikutan yang tak terbendung, menuntut sarana mempertahankan kebudayaan. Di Riau, muatan lokal Budaya Melayu menjadi perjuangan masyarakat Bumi Lancang Kuning itu dalam mensukseskan Visi Misi Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu pada 2020. BPKP dan instansi vertikal lainnya di Riau diharapkan turut mendukung pencanangan ini.

Bila Anda singgah di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, dengarlah pengumuman.

“Cik-cik dan Puan-puan, kami sile Anda memasuki ruang tunggu..” demikian antara lain yang akan kita dengar. Suara merdu berlenggok Melayu Riau, yang hampir tidak bisa dibedakan dengan bahasa Malaysia itu,  menyapa para calon penumpang di sana.

Apa yang dipraktikan di Bandara SSK II Pekanbaru sejak Mei lalu itu, tak lain, merupakan bagian dari penguatan muatan lokal (Mulok) budaya Melayu yang sedang giat-giatnya diterapkan di Provinsi Riau. Bahkan, pusat perbelanjaan, mal, hotel maupun perkantoran di seluruh Riau, sudah pula menggunakan bahasa Melayu ini.

Maka, secara resmi, Launching “Pencanangan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu” oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman, pun dilakukan pada Senin 25 Juni 2018 di Ruang Melati, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Hadir dalam acara itu antara lain Kepala Perwakilan BPKP Dikdik Sadikin, yang berdampingan dengan para kepala perwakilan instansi vertikal lain, diantaranya Kepala Otoritas Jasa dan Keuangan (OJK) Riau, Yusri, dan Kakanwil BKKBN, Agus Proklamasi.

Kepada Kepala BPKP Perwakilan Riau dan para Kepala Instansi Vertikal lainnya di Riau, Gubernur berpesan agar turut pula mendukung pencanangan muatan lokal budaya Melayu ini.

Gubernur Andi Rachman yang baru aktif kembali pada hari pencanangan itu, setelah cuti masa kampanye selama empat bulan, mengatakan bahwa pencanangan penguatan mulok hari itu akan diperkuat ke akarnya, yaitu sektor pendidikan. “Pemprov bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) sudah mempersiapkan tenaga gurunya. Kami juga mendapat dukungan regulasi dari Kemendikbud bahwa guru yang mengajar tetap mendapat kredit untuk sertifikasi," kata Gubernur Riau itu.

Didampingi Deputi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK,  Agus Sartono, Kepala Badan Bahasa Dadang Sunendar, Sekda Riau Ahmad Hijazi, dan Wagub Riau Wan Thamrin Hasyim, Gubernur Andi Rachman mengatakan bahwa pencanangan Mulok ini sudah diperkuat secara kelembagaan dengan dibentuknya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata berbasis kebudayaan. “Pencanangan penguatan mulok budaya Melayu ini adalah salah satu upaya dalam mewujudkan Visi Misi Riau sebagai Pusat Kebudayaan Melayu pada 2020,” tegas Gubernur Andi. Dikatakannya pula  bahwa  Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Riau sudah banyak mendapat pengakuan, baik nasional dan internasional.

"Insya Allah, Oktober nanti pantun yang telah diusulkan ke UNESCO akan kita disidangkan. Ini semua dalam rangka menuju visi misi 2020 khusus mengenai kebudayaan Melayu," tukasnya.

Sementara itu, Deputi Pendidikan dan Agama Menko PMK Agus Sartono mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau yang sudah serius dalam melestarikan budayanya. “Penerapan muatan lokal ini bukan semata-mata seremonial. Tapi sebuah proses panjang yang dibangun, sehingga terbentuklah karakter budaya masyarakat. Apalagi di era globalisasi dengan dampak ikutan yang tak terbendung. Salah satu media untuk mempertahankan kebudayaan adalah dengan menerapkan muatan lokal. Ini tak lain merupakan perjuangan masyarakat Riau dalam mensukseskan Visi Misi Riau 2020”, ujar Agus. "Untuk itu, kami mengapresiasi, serta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas segala ikhtiar yang dilakukan untuk pencanangan penguatan mulok budaya Melayu di Riau ini”.

Lebih jauh Deputi dari Kemenko PMK itu berharap muatan lokal ini dapat  membangun budaya karakter, baik di ruang pendidikan dan juga ruang publik seperti di bandara, terminal dan perkantoran. Diharapkan pula,  penerapan mulok budaya Melayu di Riau ini akan menjadi role model bagi provinsi lainnya di Indonesia.

(HUMAS RIAU / Setia Hadi Pranoto)



Share      

Berita Terkait:

31 Oktober 2018 13:25:53 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Mengenakan Batik BPKP, Pegawai BPKP Riau Selenggarakan Doa Bersama Untuk Korban Musibah Di Tanah Air
25 Oktober 2018 17:23:27 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kunjungan Kalan BPK RI Riau ke BPKP Riau Sinyal Penguatan Sinergi Pengawasan di Riau
16 Oktober 2018 10:51:10 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BPKP Riau Bekerjasama dengan Dinkes Kota Pekanbaru Selenggarakan Sosialisasi Penyakit Tidak Menular
06 Agustus 2018 09:37:21 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kaper BPKP Riau Lepas Empat Pegawai
29 Juni 2018 08:53:45 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BERPAKAIAN ADAT MELAYU, PARA PEGAWAI BPKP RIAU SELENGGARAKAN HALAL BI HALAL


 


 

Selembayung Pengawasan