Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Ceramah Kaper BPKP Riau di Masjid Al Muraqabah
24 Mei 2018 17:07:51 / riau / dibaca: 188 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Kaper BPKP Riau didaulat sampaikan ceramah pada slot selepas Shalat Dzuhur. Kata Pak Kaper, apabila mengerti dengan tujuan hidup dan paham dengan nilai berpuasa, seharusnya korupsi tidak ada lagi.

Masjid BPKP Riau, Al Muraqabah, setiap hari Senin,Rabu dan Kamis selama bulan Ramadhan 1439 H, mengadakan pengajian usai Shalat Dzuhur. Untuk Senin dan Rabu, dihadirkan ustadz dari luar lingkungan BPKP. Sedangkan, khusus hari Kamis, dipersilakan pegawai BPKP untuk menyampaikan ceramah. Tidak terkecuali Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau, Dikdik Sadikin, kebagian jatah berceramah.

Maka, Kamis 24 Mei 2018 pun, selepas Shalat Dzuhur, Kaper Riau itu didaulat memberikan tausiyah.

"Lebih mudah memberikan penjelasan penugasan kantor di hadapan Gubernur sekali pun, ketimbang harus berdiri menyampaikan ceramah agama di hadapan majelis ini," ujar Pak Kaper memulai ceramahnya. "Karena yang harus saya sampaikan adalah Firman Allah, yang kelak dengan pemilik firman itu saya harus mempertanggungjawabkan."

Tema yang disampaikan pada siang itu adalah tujuan hidup. "Untuk berangkat dari rumah ke kantor saja kita punya tujuan. Masa untuk kita hidup sendiri tidak punya tujuan?"

Dengan mengutip surat Adz Dzariyat Ayat 56, bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya, Pak Kaper meminta majelis ba'da Dzuhur itu merenungkan hakikat terdalam dari ayat itu. "Ibadah" dengan kata bendanya "abdun" berarti "hamba" atau "pelayan".

Maka, dengan kata lain tujuan Allah menciptakan kita tak lain sebagai hamba-Nya. Sebagai pelayan-Nya. "Karena dalam hidup kita, kita tak bisa lepas dari penghambaan," ujar Dikdik Sadikin.

"Katakanlah, kita hanya mau percaya kepada akal," argumen Pak Kaper bermisal. "Itu berarti pada saat yang sama, kita telah menghambakan diri kepada akal kita. Padahal akal kita sendiri, tidak selamanya benar. Kadang lupa, kadang salah. Itu sebabnya, tak ada pilihan lain, kita harus menghambakan diri kepada Yang Maha Tinggi. Karena itu, dalam agama, indikator derajat kualitas manusia yang paling tinggi itu dilihat dari tingkat ketakwaannya. Karena takwa adalah sebuah kualitas penghambaan kepada Allah, sejauh mana seorang manusia mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Dalam konteks ini, maka puasa sebagaimana disampaikan dalam Firman Allah, tak lain adalah untuk membuat orang beriman menjadi semakin bertakwa."

"Dengan puasa, seorang hamba Allah mendapat kesadaran lebih tinggi bahwa Allah senantiasa memantaunya. Meski pun tidak ada seorang pun yang melihat, seorang yang berpuasa tidak akan melakukan yang dilarang Allah dalam berpuasa, yaitu makan dan minum sebelum waktu berbuka. Apabila kesadaran seperti ini dibawa ke dalam praktik keseharian, diperluas dengan kepatuhan kepada apa saja yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarang Allah, maka seharusnya tidak lagi ada korupsi yang dapat terjadi."

"Dengan kita mengetahui tujuan hidup maka kita dapat mengetahui bekal apa yang harus kita bawa selama hidup, apabila pulang ke alam akhirat kelak. Pulang mudik saja bekalnya sebegitu banyaknya, masa pulang ke akhirat bekalnya cuma ala kadarnya? Padahal, pulang mudik paling sebulan, sedangkan pulang ke akhirat itu kekal, selamanya. Cobalah kita berpikir.."

Di akhir ceramahnya, Pak Kaper mengajak majelis shalat Dzhur untuk senantiasa menyadari tujuan hidup dengan meningkatkan penghambaan yang dimanifestasikan dengan ketakwaan seorang hamba Allah. Dengan mengerti tujuan hidup maka, kita dapat terdorong memperbanyak bekal untuk "pulang" kelak.

Dan bekal untuk itu terbuka luas dengan kita berpuasa di Bulan Ramadhan. Karena Allah sendiri berfirman, ‘Semua amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan imbalannya." 

(HUMAS BPKP RIAU / Setia Hadi Pranoto)



Share      

Berita Terkait:

08 Juni 2018 11:25:53 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Bersama Khatamkan Al Qur\'an, Para Pegawai BPKP Riau Dipesankan Optimalkan Berkah di Ujung Ramadhan
06 Juni 2018 13:54:25 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
E-Samsat Riau, Nostalgia dan Mimpi Plt Gubernur Riau Bersama BPKP yang Kini Terwujud
03 Juni 2018 13:15:58 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BPKP Riau Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
03 Juni 2018 13:13:03 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Gubernur Riau Hadir Sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-35 BPKP di Pekanbaru
22 Mei 2018 09:13:34 / riau / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Makna “Pengawasan” Dalam Ceramah Ramadhan di Masjid BPKP Riau


 


 

Selembayung Pengawasan