Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Melihat dari Dekat Program Padat Karya Dana Desa 2018 di Kabupaten Rokan Hulu
15 April 2018 20:14:39 / riau / dibaca: 454 kali / Kat: Evaluasi

Bagaimanakah gerangan implementasi padat karya Dana Desa Tahun 2018 di Riau? Kaper BPKP Riau bersama Korwas IPP, Tim dan  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Rokan Hulu (Rohul) turun langsung  mengunjungi dua desa di Rohul yaitu Desa Menaming dan Desa Bangun Purba Barat. Terlihat banyak warga yang bekerja dengan antusias membangun harapan. Tetapi masih tersimpan mimpi yang belum terwujud. 

Jalan tanah sepanjang satu kilo meter di antara pepohonan sawit milik warga di Desa Bangun Purba Barat (Rokan Hulu) itu demikian becek. Motor-motor yang membawa kami ke arah lokasi pengerjaan padat karya dana desa itu meraung-raung untuk maju. Terseok melawan licinnya lumpur tanah yang harus dilalui. Di tengah jalan berlumpur itu, kadang motor harus mendaki dan menurun.
 
Menghadapi medan berat itu, tak ayal, motor yang diboncengi Rusmansyah, salah seorang Tim BPKP Riau sempat terjatuh. Beruntung, kecuali terkena lumpur kotor, tidak ada yang terluka. Kepala Perwakilan BPKP Riau Dikdik Sadikin yang ikut meninjau, dan turut membonceng motor warga , meski tidak bisa dibilang perjalanan yang mulus, aman sampai di tujuan.
 
Sementara motor-motor penduduk yang bersimpangan dengan kami dengan membawa hasil sawit, atau karet dan sebagainya dari perkebunan warga itu, meski tak kalah berisik raungan motornya, tampak sudah terbiasa dengan kondisi itu. Meskipun biaya pemeliharaan mesin motor penduduk di situ bisa dipastikan cukup ekstra tinggi mengingat medan yang demikian berat itu.
 
Medan jalan yang berat itu membentang dari jembatan gantung Al Amin 1 (hasil pembangunan dari Dana Desa 2017) masuk sekitar satu kilometer ke pedalaman hutan sawit milik warga. Lajur tanah yang berlumpur itulah yang menjadi sasaran padat karya penduduk desa.
 
Dengan biaya dari Dana Desa Tahun 2018, penduduk Desa Bangun Purba Barat di lokasi itu tengah membuat jalan semen, lebar satu meter panjang satu kilometer. Bila semenisasi ini selesai, jalan itu cukup untuk motor di kiri dan kanan. Memperlancar warga agar tidak lagi terjebak lumpur. Dengan jadinya jalan itu nanti, warga dapat membawa pulang pergi sawit hasil perkebunan dengan lebih cepat dan motor yang dikendarainya tidak lekas rusak. 
 
Ke depan, Pak Kades H. Ahmad Jais menyampaikan keinginan warga Bangun Purba Barat untuk dibangun bronjong, penahan longsor pada sungai, agar jembatan gantung Al Amin 1 yang dibangun dengan Dana Desa 2017 tidak semakin goyang dan kendur dengan potensi runtuh akibat longsor.
 
Kepada Pak Kades dan aparat desa yang mendampingi, Kaper menyampaikan pesan agar menjaga amanah warga desa dengan baik. "Kelola keuangan desa dengan baik, dibantu dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang disediakan Pemerintah secara gratis. Agar keberkahan ini tetaplah juga menjadi berkah bagi warga desa, serta Bapak dan keluarga, bukan malah musibah," ujar Pak Kaper mengingatkan.
 
Dalam kunjungan kerja ke desa-desa itu, selain Kepala Perwakilan BPKP Riau Dikdik Sadikin, Koordinator Pengawasan (Korwas) IPP Petrus Ngorantutul bersama Tim, turut pula Kepala DPMPD Pemkab Rohul A. Harris Nasution. Seperti pernah diberitakan, Harris baru sekitar dua bulan menggantikan Kepala DPMPD sebelumnya Jufri yang meninggal dunia ketika mengikuti rapat kerja di Jakarta.
 
***
 
Lain Desa Bangun Purba Barat, lain pula Desa Menaming.  Kata Pak Kades Menaming Firdaus dan Tetua Desa Paruma Siregar, Menaming pernah menjadi lumbung beras di Wilayah Riau. Seiring dengan berjalannya waktu, sedimentasi Sungai Sei Menaming meningkat. Sungai menjadi dangkal, bendungan dan irigasi terganggu, hasil pertanian di daerah itu pun turun drastis. Gelar lumbung padi Riau tinggal cerita.
 
Pak Kades dan Pak Tetua Adat tentu senang dengan adanya Program Padat Karya seperti yang waktu itu kami lihat. Betapa banyak warga, termasuk ibu-ibu, yang turut bekerja. Banyak warga yang turut menikmati, bukan saja hasil pembangunan tetapi juga dari proses pembangunan itu sendiri.
 
Tetapi lebih dari sekadar membuat jalan semenisasi dari kampung ke jalan raya yang sedang mereka buat sekarang, mimpi Pak Kades dan Pak Tetua Adat ingin Menaming dapat berjaya seperti dulu lagi. Menjadi lumbung padi Riau. Untuk itu, Sungai Menaming perlu pengerukan.
 
Pak Kades perkirakan dari hasil pengerukan bisa mencapai 8 hektar tanah sedimen dari sungai itu. "Nanti tanah hasil pengerukan itu tidak kami buang. Tapi akan kami gunakan sebagai tumpukan dipinggir waduk yang kami buat sedemikian rupa sehingga dari pinggir itu waduk dapat menjadi obyek wisata," ujar Pak Kades Menaming, Firdaus.
 
Pak Kaper mengapresiasi rencana yang disampaikan Pak Kades. Tetapi tentu secara besaran jumlah untuk melakukan pekerjaan pengerukan dan membangun prasarana itu, menurut Pak Kaper, Dana Desa belum dapat secara seketika memenuhi harapan Pak Kades. Hanya saja, kata Pak Kaper, sumber keuangan desa bukan saja Dana Desa yang dari APBN Pusat. Ada pula sumber lain berupa Bantuan dari Pemkab dan Bantuan dari Pemprov, disamping sumber dari Desa sendiri dan kemungkinan Dana CSR dari perusahaan. Bisa juga didukung lagi dengan pembentukan BUMDes. Lagi pula Pak Presiden juga sudah memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga agar kegiatan pembangunan diarahkan dengan lokus desa.
 
Jadi dengan sumber Keuangan Desa secara komprehensif itu, mimpi Desa Menaming itu bisa saja diwujudkan secara bertahap. Untuk itu, pesan Pak Kaper, harus dilakukan tata kelola yang baik. Apalagi Menaming sudah menggunakan Aplikasi Siskeudes. Jadi, pesan Pak Kaper, bangunlah tata kelola yang baik itu dimulai dengan perencanaan dan anggaran yang partisipatif dari warga Desa, dituangkan dalam RPJMDes dan  RKPDes. Sehingga setelah menjadi APBDes, dokumen anggaran itu menjadi pencerminan dari upaya pemenuhan kebutuhan warga.
 
(HUMAS BPKP RIAU / Setia Hadi Pranoto)
 


Share      

Berita Terkait:

17 Mei 2018 21:18:31 / riau / dibaca: kali / Kat: Evaluasi
Jamaah Semakin Bertambah, Masjid Al-Muraqabah BPKP Riau Direnovasi Pelebarannya
11 Mei 2018 19:23:25 / riau / dibaca: kali / Kat: Evaluasi
Kepala BPKP dan Anggota Komisi XI DPR RI Evaluasi Implementasi Siskeudes di Siak
12 April 2018 18:01:27 / riau / dibaca: kali / Kat: Evaluasi
Kaper BPKP Riau Ajak Para Pejabat Terkait Percepatan Penyelesaian PSN Untuk Tingkatkan Koordinasi
06 April 2018 10:12:30 / riau / dibaca: kali / Kat: Evaluasi
Kaper BPKP Riau Dampingi Plt Gubernur Riau Tinjau PSN Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
09 Nopember 2016 17:34:35 / riau / dibaca: kali / Kat: Evaluasi
FGD Evaluasi Pelaksanaan Uji Petik Objek PBB-P3 Provinsi Riau


 


 

Selembayung Pengawasan