Perwakilan BPKP Provinsi Riau

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Riau

ACFE Indonesia Chapter Riau Region gelar Round Table Discussion
24 Agustus 2016 20:23:33 / riau / dibaca: 966 kali / Kat: GCG

Dalam rangka mewujudkan Indonesia bersih dan bebas fraud berbagai kegiatan pengendalian fraud seperti pencegahan (preventif) terus dilakukan oleh pemerintah. Ketepatan dalam mengambil kebijakan pada pengendalian, pencegahan dan penindakan  fraud  menjadi hal yang penting

Kamis (18/8/2016), bertempat di aula Kantor Inspektorat Provinsi Riau Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia ChapterRiau Region bersama Inspektorat Provinsi Riau dan para Inspektur kabupaten dan kota se Provinsi Riau menggelar Round Table Discussion(RTD), ditaja dengan tema Policy Fraud : Kebijakan Seperti Apakah yang Bisa / Tidak Bisa Dipidanakan?”.

Dalam kegiatan RTD ini, ACFEIndonesia ChapterRiau Regionmengundang Narasumber Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Riau, Dr. M Husnu Abadi M.Hum dan Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta SH, MH serta Keynote Speech Sekretaris Utama BPKP, Meidyah Indreswari, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D., CA., CCSA., CRMA., CKM, CfrA. Kegiatan ini ditaja sekaligus Pengukuhan89 Pengurus ACFE Riau Region Periode 2016-2019yang dikukuhkan langsung oleh Aziz Mukhlis, Director of Organization ACFE Indonesia Chapter.

Sekretaris Utama BPKP,Meidyah Indreswari, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D., CA., CCSA., CRMA., CKM, CFrA, Keynote Speechpada acara RTD tersebut mengatakan Tag linedari ACFE secara world wide adalah “together we reducing fraud world wide,Fraud bagaimanapun akan selalu ada dan tidak mungkin dihilangkan sama sekali, oleh karena itu kita hanya dapat mengurangi fraud.Menurutnya, isutentang tone at the top : pengendalian yang membangun suasana yang akan membuat organisasi dan orang-orang didalamnya akan menjauhi perbuatan fraud. Ia menambahkan, ada 3 mainstream teori untuk mencapai good governance, yaitu Governance, Risk Management dan Internal Control (GRC:Governance, Risk and Control). Fungsi dari pencegahan dan penguranganfraud harus dikombinasi kedalam tiga mainstream tersebut, GRC akan menjadi powerfull untuk mengurangi dan mencegah fraud, apabila melekat di tone at the top.

Meidyah Indreswari, S.E., Ak., M.Sc., Ph.D., CA., CCSA., CRMA., CKM, CFrA juga mengatakan banyak penyimpangan atau fraud yang terjadi di level top management, Misalnya banyak kepala daerah yang sudah menjadi tersangka, menteri, direktur perusahaan besar, dan lain-lain.Selama ini pencegahan fraud hanya pada tatanan bawah, hanya di sistem pengendalian internnya (di level bawah), tetapi tidak menyentuh level top management.Governanceterkait dengan prosedur, proses, dan structure, yang disupervisi oleh top management, Kalau top management tidak terlalu “careterhadap governance,tidak ada guidance and direction,maka sudah dapat dipastikan akan terjadi fraud, karena dalam teori triangle penyebab fraud (opportunity, pressure, rasionalization), adalahlemahnya governance ini, maka satu pintu penyebab fraud sudah terbuka.

Terkait dengan Internal Control, Sekretaris Utama BPKPini menyebutkan dari 5 elemen, salah satu yang terpenting adalah lingkungan pengendalian(Management philosophy,integritas dari top management, value organisasi, ethic, dansegi teknisnya seperti kompetensi pegawai dan sebagainya yang merupakan pondasi pengendalian).Ia memastikan kalau lingkungan pengendalian lemah, maka akan lebih membuka lagi penyebab opportunity dalam teori triangle.

Terkait Risk Management,Sekretaris Utama BPKPini  juga mengatakan pada tatanan tone at the top, risk management ini menyangkut risk appetite (selera terhadap risiko) pimpinannya.Disebutkannya Risk appetitedapat dituangkan dalam skala 0 sampai 5. Pimpinan yang mempunyai risk appetite zero (0) terhadap korupsi (tidak dapat menerima korupsi dalam bentuk apapun), Risk Appetite3: pimpinan kadang ingin bersih, kadang mentoleransi tindakan fraud (abu-abu)dan Risk tolerance :seberapa jauh bisa mentoleransi fraud. (Tim Humas BPKP Riau/Hadi)



Share      

Berita Terkait:

26 Mei 2017 14:46:12 / riau / dibaca: kali / Kat: GCG
Exit Meeting Assessment GCG pada PTPN 5 Riau
07 April 2017 10:09:04 / riau / dibaca: kali / Kat: GCG
Sosialisasi Perangkat GCG di PT Perkebunan Nusantara 5
14 Maret 2017 17:03:04 / riau / dibaca: kali / Kat: GCG
Kampar Menuju Kabupaten Yang Lebih Baik
10 Nopember 2016 17:28:19 / riau / dibaca: kali / Kat: GCG
Komitmen BPKP Dalam Mengawal Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa
26 Oktober 2016 15:52:01 / riau / dibaca: kali / Kat: GCG
FGD Hibah dan Bansos Berdasarkan UU 23 Tahun 2014


 


 

Selembayung Pengawasan