Pusat Penelitan dan Pengembangan Pengawasan

Hasil Penelitian dan Pengembangan serta Inovasi

Berikut ini hasil Penelitian dan Pengembangan (Litbang) yang telah dihasilkan oleh Puslitbangwas BPKP serta beberapa Inovasi yang telah dikembangkan oleh Pegawai di lingkungan BPKP.


Hasil Inovasi

Hasil inovasi di sini merupakan kumpulan dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pegawai di lingkungan BPKP dalam rangka Proyek/Aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan.

Selengkapnya**


Hasil Litbang

Pengawasan dengan Partisipasi Masyarakat

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman (to understand) mengenai konsep dan praktik Pengawasan dengan Partisipasi Masyarakat (PPM) serta potensinya untuk diterapkan di Indonesia, beserta langkah-langkah ideal untuk melaksanakannya. Pemahaman tersebut diperoleh melalui dua pendekatan, yaitu: 1) Desk study pada sejumlah negara yang sudah melaksanakan citizen engagement practices; dan 2) Mini case study pada Program Padat Karya Tunai di Desa, di Indonesia.

Unduh Jurnal Ilmiah*
Selengkapnya**

Pengendalian-pengendalian atas Pemimpin Puncak (Top Level Leaders) agar Terhindar dari Praktik-praktik atau Tindak Pidana Korupsi di Organisasi Sektor Publik menyimpulkan bahwa terdapat 6 (enam) hal yang dapat dilakukan untuk melaksanakan pengendalian pemimpin puncak, yaitu (a) sistem dan aturan, (b) kompetensi, (c) keberanian, (d) program pengenalan, (e) pengendalian klan (clan control), dan (f) perlindungan pemimpin.

Selengkapnya**

Bahan Pedoman Umum Pengawasan Cepat

Bahan pedoman pengawasan cepat ini dimaksudkan untuk menjadi rujukan bagi unit kerja di lingkungan BPKP dalam menyusun pedoman pengawasan cepat. Bahan pedoman umum pengawasan cepat ini menguraikan pendahuluan, pembahasan literatur, prinsip pengawasan cepat, serta penyusunan pedoman pengawasan cepat seperti perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi.

Selengkapnya**

Manajemen risiko merupakan alat pertahanan organisasi dalam menghadapi ketidakpastian ketika suatu organisasi melaju dalam aktivitasnya. Unsur penting dari keberhasilan organisasi adalah ketika organisasi mampu memberikan nilai dan kinerjanya. Nilai yang diperoleh dan kinerja yang dicapai sangat bergantung bagaimana pimpinan mampu mengambil keputusan yang tepat dengan mempertimbangkan risiko dan peluang yang ada. Selain itu, sinergitas semua personil pada semua level/tingkatan dalam organisasi yang secara proaktif memberikan perspektif lengkap tentang paparan risiko dan peluang serta pengelolaan risiko dapat mengoptimalkan kinerja organisasi.

Selengkapnya**

Kajian Agile Internal Audit

Menurut Deloitte, Agile Internal Audit merupakan pasangan pola pikir dan proses. Dengan menyelaraskan pola pikir dan proses, kerangka kerja Agile Internal Audit mengarahkan waktu dan upaya langsung terhadap masalah, tantangan, dan risiko yang paling memengaruhi kemampuan organisasi untuk menerapkan strategi dan mencapai tujuan. Mengapa internal audit perlu agile? 1) Beradaptasi terhadap pengaruh inovasi disruptif. 2) Outcome yang lebih jelas. 3) Peningkatan keterlibatan. 4) Perbaikan dokumentasi.

Selengkapnya**

Manajemen risiko merupakan suatu pendekatan yang sistematis, terstruktur, dan proaktif, dimana implementasi manajemen risiko harus secara aktif memastikan terwujudnya pelayanan yang berkesinambungan serta tercapainya tujuan organisasi yang sejalan dengan visi dan misi dalam memenuhi harapan para pemangku kepentingan. Terdapat tiga pendekatan dalam pengukuran kualitas implementasi manajemen risiko, yaitu maturity level, capability level, dan maturity objectives.

Selengkapnya**

Kajian Pengukuran SPIP Tematik Program Prioritas Nasional

Pengendalian intern atas program prioritas nasional yang melibatkan lebih dari satu Kementerian/Lembaga/Pemda masih perlu dikembangkan lebih lanjut karena sistem pengendalian intern yang saat ini ada masih berfokus pada satu entitas Kementerian/Lembaga/Pemda.

Hasil kajian ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman tentang pengendalian intern atas program prioritas nasional, menjadi acuan dalam penyusunan pedoman pengukuran sistem pengendalian internal pada program prioritas nasional, serta mendukung pengukuran indeks Akuntabilitas Pengelolaan Program Pembangunan Nasional (AP3N), khususnya terkait dimensi controllability atas setiap tahap dalam program prioritas nasional.

Behavioral Auditing adalah suatu proses penilaian keperilakuan anggota organisasi secara sistematis dengan pendekatan riset dan menggunakan nilai-nilai organisasi sebagai kriteria untuk mendapatkan gambaran bagaimana anggota organisasi berfikir, bersikap, dan bertindak dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi melalui governance, risk and control yang efektif.

Selengkapnya**

Kajian Pengawasan Ex Ante (Suatu Studi Deskriptif)

Pengawasan ex ante merupakan kegiatan pengawasan berupa evaluasi, reviu, audit, pemantauan, penilaian, dan kegiatan pengawasan lainnya yang dilakukan secara interaktif terhadap perencanaan baik jangka pendek (kegiatan) maupun jangka panjang (program/kebijakan) yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah perencanaan ditetapkan, dengan tujuan mengoptimalkan alokasi sumber daya, menentukan skala prioritas dari berbagai alternatif dan efektivitas pencapaian tujuan serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap perencanaan.

Pengawasan ex ante mengimplementasikan manajemen risiko melalui identifikasi risiko pada kesempatan pertama, menetapkan prioritas, respon, dan mitigasinya, serta menilai kelayakan pengendaliannya. Selain dari peran assurance, melalui peran consulting, BPKP dapat menjadi trusted advisor yang membantu instansi Pemerintah mendefinisikan upside risk di tataran strategis dan downside risk-nya di tataran operasional. Selain itu juga outside risk, yaitu berasal di luar kendali organisasi. Hal ini membantu perwujudan BPKP sebagai early warning system.

Selengkapnya**

*Untuk Publik
**Khusus Pegawai BPKP

Masyarakat yang ingin mengakses dapat menghubungi Telp. +6221 85910031 atau surat elektronik/email ke puslitbang@bpkp.go.id


Share