Sekretaris Utama BPKP: Puslitbangwas agar Memperkuat Metodologi Pengawasan

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama BPKP, Dadang Kurnia, saat memberikan pengarahan dalam kegiatan rapat kerja Puslitbangwas BPKP Tahun 2019 yang diselenggarakan di Pusdiklatwas BPKP Ciawi Bogor, Kamis (31/1).

Lebih lanjut Dadang Kurnia memberikan contoh, bahwa pada saat BPKP mengembangkan instrumen kapabilitas APIP yang mengadopsi konsep internal audit capability model (IACM) yang dibuat oleh The Institutes of Internal Auditors (IIA), tidak banyak kritikan dari pihak luar karena memang instrumen tersebut mengadopsi model yang sudah ada. Namun pada saat BPKP merancang instrumen pengukuran maturitas SPIP yang boleh dikatakan memulai dari nol, tidak mengadopsi konsep tertentu, banyak pihak luar yang meragukannya. Untuk itu Puslitbangwas BPKP diharapkan lebih berperan dengan memberikan quality assurance pada sisi metodologi terhadap berbagai inovasi/kajian yang dilakukan oleh unit kerja BPKP. Apalagi hal tersebut telah ditegaskan di dalam Perka BPKP No 5/2016 tentang koordinasi dan pembinaaan kelitbangan di lingkungan BPKP, dan kemudian Sesma menindaklanjutinya dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh unit kerja BPKP.

SedangkanKapuslitbangwas BPKP, Bonardo Hutauruk, dalam pengarahannya mengharapkan agar kegiatan rapat kerja bisa menghasilkan program dan strategi kelitbangan yang akan dilakukan selama satu tahun ke depan. Bonardo juga mengharapkan munculnya ide dan pemikiran out of the box dari pegawai Puslitbangwas, khususnya generasi muda litbang, untuk pengembangan Puslitbangwas maupun BPKP ke depannya. Sebagai knowledge center, Ia mengingatkan bahwa seharusnya Puslitbangwas bisa selangkah lebih maju dibanding kedeputian, bukan sebaliknya.

Pada hari pertama raker, manajemen Puslitbangwas menyampaikan hasil evaluasi tahun sebelumnya serta program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam satu tahun ke depan. Diawali penyampaian materi oleh Kabid Program dan Kerjasama, Rudy M. Harahap, serta didampingi dua orang Kasubidnya, Rury Hanasri dan M. Riyad. Rudy menyampaikan pemetaan strategi kelitbangan sekaligus sebagai antisipasi reorganisasi unit organisasi Puslitbangwas yang akan diterapkan dalam waktu dekat, serta inovasi-inovasi dan rencana kegiatan penelitian dan pengembangan tahun 2019, meliputi kegiatan litbang yang akan dilaksanakan, maupun pengembangan hasil litbang yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Kabid Evaluasi dan Pemanfaatan, Jamason Sinaga, serta dua orang Kasubidnya, Putut Hardiyanto dan Octavia Hernawa. Dalam sesi tersebut dijelaskan hasil evaluasi kegiatan litbang selama tahun 2018, baik kegiatan kelitbangan maupun non litbang, seperti evaluasi atas penyelenggaraan PKS, batu safir, serta strategi evaluasi yang akan dilakukan tahun 2019 ini. Materi mengenai pemanfaatan menjelaskan mengenai kinerja pemanfaatan hasil litbang selama tahun 2018, serta kendala yang terjadi maupun strategi meningkatkan kinerja pemanfaatan yang akan dilakukan.

Pada hari kedua raker, panitia mengundang trainer dari Pusat Pelatihan Manajemen (PPM) Jakarta, Sumartoyo, untuk memberikan pelatihan mengenai “metode baca cepat” kepada seluruh peserta rapat. Sesi selanjutnya memberikan kesempatan kepada salah satu litbang muda, Yulia Rahman, untuk menyampaikan ide-ide pengembangan Puslitbangwas ke depan. Sore harinya, Kapusdiklatwas BPKP, Joko Prihandono, menyampaikan materi mengenai corporate university (corpu) BPKP. Grand strategy corpu juga akan terkait dengan Puslitbangwas, karena salah satu pilar corpu adalah knowledge management system (KMS) yang pengelolaannya ada di Puslitbangwas BPKP. (Humas Puslitbangwas: Jie)