Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam PMK

Kenali Diri Kita!

Pahami Diri Anda, Sobat!!

Seminggu lebih Saudara Dede Purnama Cahyo berpulang dengan meninggalkan sejuta tanya atas penyebab kematiannya. Di sini kita tidak berpolemik tentang motif rekan kita tersebut untuk memilih mengakhiri hidupnya sebagai “young die”. Namun tak dapat dipungkiri, masalah komunikasi sering kali menjadi pemicu seseorang untuk berfikir pendek dan bertindak nekad.

 

Sobat, menurut teori komunikasi yang lazim dikenal, self concept (konsep diri) merupakan faktor penting dan sangat menentukan dalam komunikasi seseorang dengan yang lainnya. Kita dapat melihat konsep diri seseorang dari sikap mereka. Konsep diri yang jelek akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri, tidak berani mencoba hal-hal baru, tidak berani mencoba hal yang menantang, takut gagal, takut sukses, merasa diri bodoh, rendah diri, merasa diri tidak berharga, merasa tidak layak untuk sukses, pesimis, dan masih banyak perilaku inferior lainnya.

 

Sebaliknya orang yang konsep dirinya baik, akan selalu optimis, berani mencoba hal-hal baru, berani sukses, berani gagal, percaya diri, antusias, merasa diri berharga, berani menetapkan tujuan hidup, bersikap dan berpikir positif, dan dapat menjadi seorang pemimpin yang handal. Singkatnya, self concept adalah sistem operasi yang menjalankan komputer mental, yang mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Konsep diri ini setelah ter-install akan masuk di pikiran bawah sadar dan mempunyai bobot pengaruh sebesar 88% terhadap level kesadaran seseorang dalam suatu saat.

 

Sekedar sharing sobat, ada empat bilik dalam jendela relung hati kita, yang menentukan bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain: open self, hidden self, blind self, dan unknown self. (Joseph Luft dan Harrington Ingham : Johari Window). Selintas dapat digambarkan seperti ini:

 

Open Self

 

Pribadi yang memiliki bilik open self, populer dengan sebutan extrovert, tak ada hambatan buat dia untuk berkomunikasi. Dia selalu berbagi informasi dengan orang lain, apapun itu ....  tak ada rahasia yang ditutupi, yang  berarti tak ada ganjalan yang menyesakkan dada. Hidup bagi orang seperti ini mengalir saja, seberat apapun masalah yang dihadapi, selalu di-share dengan rekan sejawat, teman seiring, atau handai tolan.

 

Hidden Self

 

Rekan yang cenderung memiliki sifat hidden self, hampir sama dengan open self, mereka tidak memiliki masalah dengan komunikasi. Pribadi seperti ini hangat, bisa bergaul, tapi jangan harap mereka mau berbagi cerita dengan yang lain. Bagi mereka, rahasia adalah rahasia, ditutup rapat dan tidak akan di-share kepada siapapun. Mereka siap menjadi good listener dan recycle bin buat orang lain. Namun mereka tak akan pernah curhat terhadap rekannya, sahabatnya sekalipun, atas problem yang dia hadapi, seberat apapun itu. Akibatnya, tak ada input yang kita dapatkan, tidak ada support dari rekan, karena orang lain tak tahu masalah kita!

 

Blind Self

 

Rekan yang memiliki sifat blind self, kebalikan dari hidden self, pihak lain sangat paham akan kekurangan kita, teman terdekat mengerti sekali dengan handicap kita, tapi anehnya, kita tidak tahu!! Solusinya hanya satu kawan ! terima kritik dengan lapang dada dan jiwa besar. Always positive thinking, man ! Dengan memperoleh masukan dari orang lain, maka kita pun akan mendapat injeksi percaya diri, vitamin kebahagiaan, dan suplemen kedamaian ...

 

Unknown Self

Ini adalah bilik yang paling parah! Jangankan orang lain, diri kita sendiri pun tidak mengetahui tentang diri kita ... jangan sampai kita sampai di titik nadir komunikasi seperti ini!

 

Sobat yang luar biasa ....

Tak ada cara lain yang lebih jitu selain mengembangkan komunikasi yang efektif. Belajar untuk memahami lawan komunikasi, mengutamakan kejujuran dan ketulusan dalam berkomunikasi, akan sangat menunjang terciptanya komunikasi yang efektif. Kenali kekuatan dan kelemahan anda, maka anda akan mengenali diri anda sendiri! Dengan begitu, maka kita dapat melepaskan diri dari himpitan masalah, tekanan problem, dan deraan hidup!

 

Satu lagi sobat! Selalu siap menjadi good listener buat rekan kita, siap memberi solusi bila diminta, dan jadilah bahu yang siap menjadi penopang saat rekan sejawat ditimpa musibah, sekaligus menjadi roket pelontar buat kesuksesan mereka! Pastinya berat sobat, tapi tak akan ada puncak gunung yang indah kalau tidak berawal dari undakan batu…

 

Last but not the least, sandarkan dirimu hanya pada Zat Yang Maha Tinggi, Zat Yang Maha Mendengar keluh kesah ... Dia sangat paham akan permasalahan hamba-Nya! Jangan biarkan kita terperosok dalam lorong sunyi yang hanya menghasilkan gema tak berisi!

 

Sharing is caring !!!

 Yan Eka Milleza-permina


Share