There is a will, there is a way (Ada kemauan, ada cara)

There is a will, there is a way (Ada kemauan, ada cara)


Rekans yang membanggakan, semoga hari ini memberikan spirit luar biasa untuk kita semua. Menambah motivasi rekans, selamat menikmati tulisan berikut …


Di sebuah tempat terpencil di Tenessee, USA, seorang bayi perempuan lahir di tengah keluarga yang sangat miskin. Anak itu adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, lahir prematur yang kemudian diberi nama Wilma Rudolf (1940-1994). Kelangsungan hidupnya diragukan semua orang. Ketika berumur empat tahun dia menderita Pneumonia parah dan demam scarlet – sebuah kombinasi penyakit yang mematikan yang membuat kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa digunakan, Lalu pada usia 12 tahun, penyakit cacar dan campak menyerangnya pula. Dia harus menggunakan penyangga kaki dari besi untuk membantunya berjalan. Namun anak ini sangat beruntung karena memiliki seorang ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat padanya.


Namun, Wilma memiliki seorang ibu yang luar biasa yang selalu mengatakan pada anaknya yang cerdas tersebut bahwa walaupun kakinya harus menggunakan penyangga, dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya. Ibunya mengatakan bahwa untuk itu yang harus dimilikinya adalah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora.


Lalu pada usia 9 tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya yang kata dokter tidak akan bisa normal kembali. Dalam empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal. , Bagi dunia medis, ini sebuah keajaiban! Dikemudian hari, gadis itu memiliki sebuah impian untuk menjadi pelari wanita terhebat di dunia. Pertanyaannya, mungkinkah dengan kaki yang tidak sempurna seperti itu?


Di usia 13 tahun, dia mulai mengikuti lomba lari. Dia menjadi yang terakhir mencapai finish. Dia selalu mengikuti setiap perlombaan lari di SMA dan dalam setiap perlombaan dia selalu menjadi yang terakhir mencapai finish. Semua orang memintanya untuk menyerah saja! Sampai suatu hari, dia tidak menjadi yang paling akhir mencapai finish dan akhirnya tibalah hari dimana dia memenangkan lomba lari. Sejak sat itu Wilma Rudolph selalu memenangkan perlombaan lari yang dia ikuti.


Wilma melanjutkan sekolahnya di Tenessee State University di mana dia bertemu dengan seorang pelatih bernama Ed Temple. Ed Temple melihat semangat yang menggelora pada diri Wilma dan dia juga melihat sebuah bakat natural dalam diri Wilma. Dia melatih Wilma sampai Wilma terpilih untuk masuk dalam Tim Olimpiade Amerika.

Pertandingan dimulai, dan Wilma harus bertanding melawan Jutta Heine, sorang pelari Jerman yang merupakan pelari terhebat saat itu. Tak seorang pun bisa mengalahkan Jutta, namun dalam nomor lari gawang 100 meter, Wilma Rudolph memenangkan pertandingan. Dia mengalahkan Jutta lagi pada nomor lari 200 meter. Sekarang Wilma memenangkan 2 medali emas.


Akhirnya di nomor lari 400 meter estafet, Wilma bertemu Jutta lagi. Dua pelari pertama dalam team Wilma melakukan estafet tongkat dengan sempurna, namun saat pelari ketiga menyerahkan tongkat pada Wilma, dia menjatuhkannya karena sangat tegang. Wilma melihat Jutta sudah berlari di lintasan mendahuluinya. Dalam situasi seperti itu sangatlah tidak mungkin untuk mengejar dan mendahukui pelari sekleas Jutta. Namun akhirnya Wilma melakukannya, dia kembali mengalahkan Jutta Heine. Wilma Rudolph berhasil memenangkan 3 Medali Emas Olimpiade Roma Tahun 1960 !!! Bersama Tim Estafetnya Wilma mencetak Rekor Dunia Lari 400 meter Estafet!!!


Setelah itu, banyak julukan disematkan pada sosok Wilma, mulai dari “The Tenessee Tornado”, La Gazella Nera (Si Gazelle Hitam),  Le Perle Noire (Si Mutiara Hitam). Bahkan US Postal Service (USPS) mencetak perangko 23 Cent dengan gambar Wilma pada tahun 2004, sepuluh tahun setelah Wilma Rudolph meninggal dunia karena kanker di usia 54 tahun. Itu semua karena jasanya, spiritnya, dan dedikasinya kepada negaranya yang pernah menjuarai olimpiade 2 kali berturut-turut dan tercatat sebagai wanita tercepat pada di era 60-an.


Lantas, poin apa yang bisa kita ambil dari sosok Wilma, seorang kulit hitam miskin yang pernah lumpuh di masa kecilnya?


Rekan! Bagaimanapun keadaan kita saat ini, jika kita mempunyai kemauan dan kita ucapkan dengan lantang kalau kita BISA!, maka insya allah kita akan wujudkan apa yang kita inginkan. Keadaan yang sulit bukan suatu alasan untuk tidak meraih sukses. Cukuplah Wilma Rudolf menjadi cermin nyata bat kita bahwa  dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, ia masih memiliki sebuah impian,  yaitu ingin menjadi seorang juara lari ….. dan mampu mewujudkannya!


 

Sharing is  caring …. Ayo terus berkarya!

Yan Eka Milleza-permina



Share