Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam PMK

Dia Terlahir Untuk Kita!

Rekans yang sangat luar biasa …. Cerita inspiratif ini seolah menyentil kita untuk jangan terlalu banyak mengeluh … bukankah Tuhan berikan ulat untuk kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang cantik bila kita sabar menunggunya? Sungguh, disebut orang luar biasa adalah orang biasa yang memiliki semangat luar biasa…

 

Ada seorang wanita, ia terkena stroke tahun 1995 yang menyebabkan seluruh tubuhnya  lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya “seperti pikiran di dalam botol”. Memang ia  masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.Begini caranya ia menulis sebuah buku. Mereka (keluarga, perawat, teman- temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan dia akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main”!

 

Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan  menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita  disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barang kali kita harus  menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya.
Orang lain menulis dengan tangan atau kaki atau anggota tubuh lainnya, ia menulis buku melalui kerdipan mata kiri huruf-per-huruf, terdengar seperti mustahil. Ia adalah Jean- Dominique Bauby. Seorang pemimpin redaksi majalah Elle, majalah  kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).Betapa mengagumkan semangat hidup dan tekad maupun kemauannya untuk  menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa.  Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan.Setelah tahu apa  yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, Anda pasti akan  berpikir, “Betapapun problem dan beban hidup kita semua,  hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”

 

Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang  digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun  untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh.  Jean laksana sosok mayat yang bisa bernafas!

 

Tetapi yang patut kita teladani adalah  bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik.Jangan-jangan, kita yang tak memiliki hambatan sebesar Jean lebih gemar menggerutu.
Carl Jung, pernah menulis demikian: “Bagian yang paling  menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri  secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang  tertutup!”

 

Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak  cerita tentangkeberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha, kerja keras …least but not the least … ridho ilahi!

Sharing is caring ……ayo, terus berkarya!

Yan Eka Milleza-permina


Share