Mencari Solusi Overcrowded Lapas

Tujuan dari diselenggarakan FGD ini ialah untuk mendapatkan penanganan yang komprehensif terhadap masalah kelebihan penghuni (overcrowded) yang telah menjadi perhatian pemerintah dan termasuk ke dalam Prioritas Nasional Stabilitas Keamanan  Nasional  dan  Kesuksesan  Pemilu. FGD yang mengusung tema “Perbaikan Tata Kelola dan Manajemen Risiko Sistem Peradilan dari Perspektif Stakeholder Terkait” ini turut mengundang pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian RI, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kejaksaan RI, serta Mahkamah Agung demi mendapatkan perspektif yang menyeluruh dalam penanganan masalah overcrowded.

Agar perspektif yang didapat menyeluruh, diskusi ini mengundang narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, yaitu Sekretaris Mahkamah Agung RI, Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Deputi Bidang Politik Hukum, Pertahanan dan Keamanan Bappenas, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Kementerian Hukum dan HAM, Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Kejaksaan RI, Direktur Hukum dan Regulasi Bappenas, Kepala Bagian Tahanan dan Barang Bukti Rorenmin Bareskrim Polri, Kepala Bagian Perlindungan HAM Kemenko Polhukam, dan Kasubdit Wastah BNN. Diskusi ini juga diikuti oleh 80 orang peserta yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional di lingkungan K/L terkait, BPKP, dan APIP dari K/L terkait.

Setelah acara dibuka, Direktur Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum BPKP Arif Ardianto mulai memimpin diskusi. Masalah yang dibahas dalam diskusi ini antara lain penataan dan pemilahan regulasi yang sudah ada, diskusi mendalam untuk mengidentifikasi permasalahan dari mulai hulu hingga hilir, peran APIP K/L untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengawal program-program terkait overcrowded, sosialisasi pada masyarakat, serta pengkajian bentuk alternatif hukuman selain penahanan terhadap permasalahan narkoba. Menariknya, kegiatan diskusi ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan musik dari warga binaan lapas untuk mengisi waktu di sela-sela diskusi

Selain diskusi, para peserta juga menyempatkan berkunjung ke blok hunian binaan lapas. Dalam kunjungan ini, para peserta berkesempatan melihat langsung kegiatan pembinaan untuk para narapidana, seperti pembuatan kerajinan batik, ukiran kayu, karet, dan kuliner yang diperjual-belikan. Para peserta juga berkesempatan berbincang dengan para warga binaan yang juga senang mendapat kunjungan.

humas_pusat/d202 (mpermina)