Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat

Wisata dan Kuliner

Keterangan

 

Inilah tempat tepat untuk Anda menikmati keindahan alam dan bawah air yang dikenal sebagai surga bawah laut. Memiliki warisan budaya yang menarik, pemandangan situs lukisan kuno di tebing karang, atau melihat atraksi langka mamalia raksasa di sekitar perairan.

Nama Papua mengacu pada sebagian barat Pulau Papua. Provinsi Papua juga dikenal dengan nama Irian Jaya Barat. Batas geografis provinsi ini adalah Samudera Pasifik di utara; Laut Seram di barat; Laut Banda di selatan; dan provinsi Papua di timur. 

Secara administratif, Provinsi Papua Barat terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kotamadya yaitu kabupaten Fak-fak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong Selatan, Sorong dan, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan Raja Ampat serta kotamadya Sorong. Provinsi ini memiliki 103 kecamatan, 47 desa dan 1153 kampung.

Papua Barat adalah Provinsi dengan Ibu kota Manokwari, dan mempunya banyak sekali obyek wisata antara lain obyek Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak obyek Wisata Papua Barat yang sangat terkenal yaitu obyek wisata alam Perairan Raja Ampat, Pulau Mansinam, Situs Purbakala Tapurarang, dan Teluk Triton.

Provinsi ini juga memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah ruah meliputi perkebunan, pertambangan, hasil hutan, dan eko-wisata. Mutiara dan rumput laut merupakan barang pokok dalam perdagangan di kabupaten Raja Ampat. Sedangkan kabupaten Sorong Selatan merupakan satu-satunya penghasil kain tenun tradisional yang unik yang disebut baju timor.

Papua Barat memiliki Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang terletak di Kabupaten Teluk Wondama dan merupakan wisata alam utama di Papua Barat. Taman Nasional Teluk Cendrawasih membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.

Tentunya di sinilah jangan sampai Anda terlewat datang untuk menikmati keindahan pantai dalam wisata bahari di Raja Ampat.

Di Papua Barat juga telah ditemukan oleh tim ekspedisi speologi Perancis sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Terletak di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari.

Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam dan keindahan yang sangat mengagumkan.
 

Pegunungan Arfak yang berada di ‘kepala-otak burung Papua’ adalah sebuah kawasan cagar alam dengan luas mencapai 68.325 hektar dengan ketinggian mencapai 2940 meter di atas permukaan laut. Cagar alam pegunungan Arfak berada di Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat. Membentang di antara Distrik Menyambouw Warmare, Ransiki, Anggi dan Oransbari. Wilayah ini hanya berjarak kira-kira 35 km dari kota Manokwari.

 

 

 

 

Sejarah

 

Wilayah Papua telah dikunjungi oleh pedagang dari seluruh dunia sejak awal abad ke-17. Pedagang dari Eropa tinggal di Papua abad ke-16 untuk mendapatkan rempah-rempah.

Irian Jaya menjadi bagian Hindia Belanda Timur sejak tahun 1828 yang kemudian dikenal dengan nama Irian Barat. Wilayah ini tetap dijajah Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan pengakuan kedaulatan penuh oleh Belanda 1949. Setelah perjuangan panjang akhirnya provinsi ini akhirnya kembali ke pangkuan Indonesia tahun 1969.

Berdasarkan peraturan pemerintah No.45 tahun 1999, wilayah yang mencakup Pulau Papua yang ditetapkan sebagai Irian Jaya Barat dan terdiri dari pulau-pulau kecil Provinsi Papua. Sejak 7 Februari 2007, provinsi ini resmi bernama Irian Jaya Barat atau Papua Barat.  
 

Transportasi

 

Pintu masuk menuju provinsi ini adalah  melalui bandara Rendani yang terletak di Manokwari, ibu kota Papua.

Sriwijaya, Express Air dan Merpati Air terbang setiap hari menuju dan dari Manokwari melalui Makasar. Setelah tiba Anda dapat menggunakan taksi dari bandara.
 

Masyarakat dan Budaya

 

Rumah asli masyarakat Papua sangat unik. Di Papua, rumah tradisional mereka yang disebut honai dengan atapnya terbuat dari rumput kasar dan tembok terbuat dari kayu tanpa ada jendela. Alat musik tradisional Papua adalah atowo, tifa dan fu.

 

 

 

 

 

 

 

Barang unik dari Papua adalah koteka yaitu penutup kemaluan pria yang terbuat dari labu air yang dikeringkan. Ukuran dan jenis koteka bekaitan dengan aktivitas pemakainya, apakah hendak bekerja atau upacara. Koteka pendek digunakan saat bekerja dan koteka panjang dengan hiasan-hiasannya digunakan pada saat upacara adat.

Aspek menarik lainnya dari kebudayaan dan sejarah Papua adalah adanya mumi, biasanya hanya kepala suku atau komandan perang yang dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah dan religi mereka.Ada 3 mumi yang dapat kita lihat di Papua; Mumi Aikima di Aikima, Mumi Jiwika di Jiwika dan Mumi Purno di Asologaima. Ketiga mumi ini berada di Wamena.

Ada 24 suku di Papua yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Papua terhubung dengan etnik Asmat dan Dani. Hasil kerajinan suku Asmat yang terkenal adalah pahatan kayu yang keindahannya tersohor hingga ke mancanegara.

Provinsi ini tidak dibagi berdasarkan suku yang tinggal di suatu daerah. Populasi masing-masing suku tersebar di berbagai daerah. Contohnya, suku Arfak mendiami wilayah pegunungan Arfak dari pemukman Manokwari sampai Bintuni. Suku Doteri merupakan kelompok yang berpindah-pindah di Pulau Numfor di daerah pesisir pemukiman Wondama. Kelommpok suku lain yang tinggal di daerah ini adalah suku Kuri, Simuri, Irarutu, Moscona, Mairasi, Kambouw, Onim, Sekar, Maibrat, Tehit, Imeko, Moi, Tipin, Maya dan Biak.
 

Kuliner

Papeda atau bubur sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua.

Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun.

Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang.

Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.

 

Destinasi Lainnya

 

Jalur Lautan Kepulauan Wayag

Desa Wisata Arborek, Raja Ampat

Jejak Purbakala di Kokas

Danau Kamaka

Desa Wisata Sauwandarek

Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Sorong

Sunset di Daratan Waigeo, Raja Ampat

Pulau Misool

Desa Sawinggrai

Teluk Mayalibit

 


Share   
Profil BPKP Papua Barat
Struktur Organisasi
Sambutan Kepala Perwakilan
Sumber Daya Manusia
Visi & Misi
SPIP
LAKIP
Laporan Triwulan Pemantauan Kinerja
Perjanjian Kinerja
Inovasi
Mitigasi Risiko
Reformasi Birokrasi
Penghargaan Eksternal
Tupoksi BPKP Pabar
RENSTRA, RENJA dan Renaksi
Evaluasi Kinerja Program/Kegiatan
Kegiatan Utama
Kegiatan dan Layanan
Situs Terkait
Link Pemda di Provinsi Papua Barat
Layanan Publik
Kerjasama Eksternal
Laporan Keuangan, LRA dan Asset
Pengadaan Barang dan Jasa
Wonderful Papua Barat
Wisata dan Kuliner
PRODUK DAN LAYANAN

 

Majalah Arfak Edisi 1

Baca Online
Download

 

Majalah Arfak Edisi 2

Baca Online

Download

 

Profil Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat.

Baca Online

Download


 


PERWAKILAN BPKP PROVINSI PAPUA BARAT

Jl Angkasa Mulyono Amban

Manokwari Papua Barat

web: http://www.bpkp.go.id/pabar email: papua.barat@bpkp.go.id

Telp/Fax: 0986-2217088