Sharing Session LC Perdana di Bumi Kasuari

Library Cafémerupakan terobosan yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan (Puslitbangwas) BPKP sejak tahun 2018. Kombinasi antara perpustakaan dan kafe menjadi sebuah inovasi di mana perpustakaan tidak lagi menjadi tempat yang kaku dan serius. Begitu pun dengan kafe, tidak lagi hanya sebagai tempat untuk bersenda gurau bersama kawan sambil menikmati secangkir kopi. LC dapat dijadikan pilihan bagi pegawai yang ingin “nongkrong” tapi tetap mendapatkan manfaat. Sharing sessionmenjadi bagian utama dari Library Café. Sesi berbagi yang dilakukan bisa dalam bentuk berbagi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Tema yang dibahas setiap sharing session juga berbeda-beda, disesuaikan dengan tren pekerjaan dan kebutuhan. Pemateri atau biasa disebut dengan influencer bisa dari internal atau bahkan melibatkan pihak luar (eksternal).

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat Riki Antariksa membuka secara resmi LC dengan pemukulan tifa sebanyak lima kali. “Inti dari Library café ini adalah sharing knowledge-nya. Sharing knowledge disini maksudnya KMS atau Knowledge Management System yang kita inginkan sebenarnya menjadi heritage. Get the knowledge, share the knowledge. Suasana santai adalive music nya” kata Riki dalam sambutannya.

Edisi perdana sharing session di LC Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat mengangkat tema mengenai “Transaksi Non Tunai” dengan menghadirkan influencer dari Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat yakni Manager Unit Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif Datje Chandra Suhajat dan Manager Unit Pembangunan Ekonomi Aries Purnomohadi.

Bincang-bincang santai yang dipandu oleh host Riandi Putra, Korwas Bidang APD dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama Datje memaparkan mengenai QRIS.  QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar QR Code pembayaran untuk sistem pembayaran Indonesia yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia, pembayaran non tunai dengan menggunakan QRIS dapat dilakukan tanpa kontak fisik. BI sendiri mengusung tema semangat UNGGUL, yakni UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung dari adanya QRIS ini. Harapannya dengan adanya QRIS, transaksi pembayaran bisa lebih efisien atau murah, inklusi keuangan di Indonesia lebih cepat, UMKM lebih maju, dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Makroprudensial menjadi pembahasan pada sesi kedua yang dipaparkan olehinfluencer Aries. Kebijakan makroprudensial adalah kebijakan BI yang ditetapkan dan dilaksanakan untuk mencegah dan mengurangi risiko sistemik, mendorong fungsi intermediasi yang seimbang dan berkualitas serta meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan akses keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan (SSK).

Dengan adanya penampilan live music dan kahoot menambah meriah suasana sharing session tersebut.  

Plh. Kepala Perwakilan BI Papua Barat Joko Supratikto mengapresiasi sharing session ini sebagai kegiatan positif memberikan ilmu pengetahuan yang dikemas dengan cara yang berbeda. “Ini kegiatan yang sangat bagus yang digagas oleh BPKP Provinsi Papua Barat.  Memberikan ilmu pengetahuan yang dikemas secara bagus dan santai, mengambil nuansa milineal” ujar Joko.

(Kominfo Perwakilan BPKP Pabar)