Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Barat

Mengatasi Permasalahan Sampah dan Inklusi Keuangan di Indonesia
28 Agustus 2019 07:44:48 / ntb / dibaca: 238 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Mataram (2/8), Kantor Perwakilan BPKP Provinsi NTB kembali mengadakan acara Library Cafe yang kali ini cukup spesial karena influencer berasal dari generasi Z. Dengan tetap mengedepankan konsep perpustakaan dan kafe, acara yang dilakukan di kantor Perwakilan BPKP Provinsi NTB berjalan dalam suasana santai. Acara yang dilakukan pada pagi hari tersebut, juga dihadiri oleh Irwasda Polda NTB Fauzan dan Erwin. Acara dibuka oleh Ijya Priti selaku host, dilanjutkan dengan lantunan lagu dari band akustik BPKP Provinsi NTB.

Tema yang diusung Library Cafe NTB ke-10 kali ini adalah “Mengatasi Permasalahan Sampah dan Menaikan Indeks Inklusi Keuangan di Indonesia”. Influencer berasal dari generasi Z, yaitu Zain Patra Caraka. Zain yang mewakili BPKP bersama tim yang berasal dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan baru saja mendapatkan juara 1 dalam lomba inklusi keuangan Koinku yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Zain yang merupakan kelahiran 1995, berbagi pengetahuan (sharing knowledge) seputar Sustainable Development Goals (SDGs), permasalahan inklusi keuangan dan permasalahan sampah di Indonesia.

Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan suatu agenda kesepakatan pembangunan global. Indonesia yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan seluruh pemimpin dunia ikut mengesahkan agenda tersebut. SDGs diterjemahkan menjadi tujuh belas tujuan yang kemudian dirinci ke dalam 169 target spesifik yang hendak dicapai. Rencana aksi global ini memiliki ruh utama untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi tingkat kesenjangan, serta melindungi lingkungan. SDGs berlaku secara universal sehingga seluruh negara memiliki kewajiban untuk mencapai tujuan dan target SDGs.

Untuk mewujudkan beberapa tujuan dari tujuh belas tujuan SDGs, Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi. Inklusi keuangan diartikan sebagai ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adanya sistem keuangan yang inklusif dapat menjadi katalisator bagi tercapainya beberapa tujuan SDGs seperti pengentasan kemiskinan (tujuan SDGs 1), ketahanan pangan (tujuan SDGs 2), kehidupan yang sehat (tujuan SDGs 3) dan tujuan SDGs lainnya.

Disampaikan bahwa rendahnya tingkat inklusi keuangan di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, adanya hambatan untuk mengakses lembaga keuangan formal. Kedua, tidak meratanya akses atau penggunaan produk dan jasa keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, pengguna produk dan jasa keuangan di Indonesia lebih banyak didominasi kalangan masyarakat menengah dan menengah ke atas, yang sudah terfasilitasi untuk mendapatkan pemahaman keuangan. Sama halnya dengan permasalahan inklusi keuangan, permasalahan sampah di Indonesia juga disebabkan oleh faktor pengetahuan dan akses atau sarana dan prasarana. Faktor pengetahuan, artinya kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dampak dari sampah yang dibuang sembarangan. Hal ini membuat Indonesia menjadi penyumbang sampah plastik ke lautan terbanyak kedua di dunia setelah Cina. Kemudian faktor akses atau sarana dan prasarana, artinya ketidaktersediaan sarana pembuangan sampah dan tidak ada akses yang mudah, membuat masyarakat membuang sampahnya sembarangan.

Teknologi dapat menjadi akselerator peningkatan angka keuangan inklusif. Dari permasalahan inklusi keuangan dan permasalahan sampah, Zain dan tim membuat suatu ide yang disebut WasteCoin “Satu Juta Masyarakat Terakses Fasilitas Keuangan Melalui Mobile Apps Pengelolaan Sampah”. WasteCoin (Waste Collection for Financial Inclusion) merupakan aplikasi berbasis mobile yang didesain untuk mendukung penyelesaian permasalahan inklusi keuangan dan sampah di Indonesia. Secara prinsip aplikasi ini akan memberikan uang digital kepada masyarakat melalui sampah yang mereka kumpulkan. Masyarakat yang tidak memiliki smartphone maupun rekening perbankan akan dibukakan rekening dan saldo rekeningnya diisi dengan sampah yang mereka kumpulkan.

Paparan dari Zain dilanjutkan dengan tanya jawab yang disambut antusias oleh Irwasda Polda NTB dan seluruh pegawai Perwakilan BPKP Provinsi NTB yang mengikuti acara Library Cafe. Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTB Agus Puruhitaarga Purnomo Widodo juga menyampaikan bahwa generasi Z jangan takut untuk mengeksekusi sebuah ide dan inovasi. Ia siap memberikan dukungan penuh jika ide dan inovasi tersebut berguna bagi instansi dan bangsa Indonesia. Semoga sharing knowledge yang diberikan influencer dapat bermanfaat. Sampai jumpa di acara Library Cafe BPKP Provinsi NTB berikutnya!

(Tim Humas BPKP Provinsi NTB/ZPC)



Share      

Berita Terkait:

23 September 2019 09:09:20 / ntb / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Ngopi Bareng Bang Zul di Library Cafe BPKP NTB
29 Agustus 2019 14:39:47 / ntb / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Insentif Perpajakan untuk Mendorong Investasi
28 Agustus 2019 07:45:01 / ntb / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kemeriahan HUT ke-74 RI di BPKP NTB
17 Juli 2019 23:16:39 / ntb / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
PELANTIKAN DAN PISAH SAMBUT PEJABAT PERWAKILAN BPKP PROVINSI NTB JULI 2019
25 April 2019 15:53:41 / ntb / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
PELANTIKAN DAN PISAH SAMBUT PEJABAT PERWAKILAN BPKP PROVINSI NTB APRIL 2019


                              

                               


 

                  Online                      


                              

                              


 

                     Online                    

  

 

 

 

 

 


 

                     Online                    

  

 

 

 

 

 


         


                              

                              

 


                       Online