Perwakilan BPKP Provinsi Lampung

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Lampung

Pringsewu Siap Menjadi Pilot Project SPIP Level 3 Tahun 2016
14 Oktober 2016 14:54:30 / lampung / dibaca: 862 kali / Kat: SPIP

Penerapan SPIP bukan hanya tanggung jawab Inspektorat, tapi tanggung jawab seluruh unsur pejabat dan pegawai pada Pemerintah Daerah. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Lampung, Sally Salamah, pada pembukaan Bimtek SPIP bagi Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu (11/10), bertempat di Gedung Olahraga Kabupaten Pringsewu.

Kaper juga berharap agar Kabupaten Pringsewu dapat menemukan cara mudah dalam mengimplementasikan SPIP dalam bentuk contoh-contoh yang diberikan oleh Pimpinan Daerah. Beliau menekankan perlunya pembenaan di Kabupaten Pringsewu untuk mengejar lever 3 maturitas SPIP. Selain itu, kaper juga menyinggung tentang kewajiban Pemda untuk melampirkan ringkasan laporan realisasi Dana Desa pada LKPD tahun 2016, Beliau berharap para pimpinan di Kabupaten Pringsewu terus memonitor pelaksanaan di daerahnya.

Senada dengan Kaper BPKP Lampung, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu, Budiman,  mengungkapkan bahwa Kabupaten Pringsewu siap menjadi pilot project penerapan SPIP untuk mencapai level 3 tahun 2016. Oleh karena itu beliau meminta kepada seluruh SKPD untuk menyiapkan anggaran dalam rangka mengimplementasikan SPIP. Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa baru-baru ini telah diterbitkan dua Peraturan Bupati yaitu terkait pemberian Reward dan Punishment, serta peraturan Early Warning System. Kedua peraturan tersebut diharapakan dapat menunjang penerapan SPIP di Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia Bimtek, Inspektur Kabupaten Pringsewu, Malian Ayub, menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh 90 orang dan dibagi menjadi dua tahap. Dengan menggandeng BPKP Lampung sebagai Narasumber, Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pejabat daerah dalam implementasi SPIP untuk meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi di lingkungan pemerintah di Kabupaten Pringsewu.

Bimtek dilaksanakan dalam tiga hari, hari pertama pesertanya adalah para kepala SKPD, sedangkan pada hari kedua dan ketiga para Sekretaris SKPD. Pembelajaran lebih banyak mengenai manajemen risiko terkait indentifikasi dan analisis risiko. Dari Bimtek ini diharapkan dapat tersusun Daftar Risiko sebagai wujud penerapan unsur penilaian risiko SPIP di Kabupaten Pringsewu.

Humas Lampung/Alif



Share      

Berita Terkait:

17 Mei 2017 22:13:02 / lampung / dibaca: kali / Kat: SPIP
Bupati Lamsel : “Lampung Selatan Optimis Jadi Pemda Terbaik se-Provinsi Lampung dengan Bantuan BPKP”
02 Maret 2017 15:58:23 / lampung / dibaca: kali / Kat: SPIP
Provinsi Lampung Kejar Target SPIP di Level 3
23 Agustus 2012 16:19:27 / lampung / dibaca: kali / Kat: SPIP
Implementasi SPIP Memerlukan Transformasi Minset
23 Agustus 2012 16:17:29 / lampung / dibaca: kali / Kat: SPIP
SPIP Sarana Wujudkan Pemerintah Bersih dan Berwibawa
16 Juli 2012 17:23:34 / lampung / dibaca: kali / Kat: SPIP
BLU wujud Enterprise Government