Stakeholder dan Shareholder

Shareholder
Shareholder BPKP adalah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Presiden selaku kepala pemerintahan memerlukan hasil pengawasan BPKP sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan dalam menjalankan pemerintahan dan memenuhi kewajiban akuntabilitasnya. Hasil pengawasan BPKP pun diperlukan oleh para penyelenggara pemerintahan lainnya termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam pencapaian dan peningkatan kinerja instansi yang dipimpinnya.

Stakeholders
Pihak-pihak yang merupakan stakeholders BPKP adalah:

  1. Lembaga Legislatif (Pusat dan Daerah)
  2. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
  3. Departemen/LPND/BUMN/BUMD
  4. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  5. Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP)
  6. Aparat Penegak Hukum (Kejaksaan Agung, Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi)
  7. Mahkahmah Konstitusi dan Komisi Yudisial
  8. Pemberi Pinjaman/Hibah (Lenders)
  9. Publik/Masyarakat/LSM
  10. Media Massa

Pihak-pihak yang merupakan stakeholders BPKP adalah:

  1. Lembaga Legislatif
    Hasil pengawasan BPKP berguna bagi lembaga legislatif sebagai bahan dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas eksekutif dan sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan. Untuk keperluan tersebut, BPKP diharapkan mampu menyediakan masukan-masukan yang dibutuhkan bagi lembaga legislatif, setelah mendapat izin dari pemerintah.
  2. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
    BPK selaku eksternal auditor pemerintah memerlukan hasil pengawasan BPKP dalam rangka memberikan penilaian atas kinerja eksekutif. Untuk keperluan tersebut, hasil pengawasan BPKP dapat digunakan oleh BPK dalam rangka memberikan opini terhadap laporan keuangan eksekutif, serta dalam menentukan luasnya ruang lingkup audit yang dilaksanakan menjadi lebih efisien dan efektif.
  3. Aparat Penegak Hukum
    Aparat penegak hukum, terutama jajaran Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Komisi Anti Korupsi dapat memanfaatkan hasil pengawasan BPKP sebagai bahan dalam rangka penegakan supremasi hukum menuju penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.
  4. Pemberi Pinjaman/Hibah (Lenders)
    Pemberi pinjaman/hibah (lenders) berkepentingan memperoleh informasi hasil pengawasan yang andal, khususnya informasi mengenai aktivitas pembangunan yang dibiayai dana pinjaman/hibah dalam dan luar negeri dalam rangka penetapan kebijakan berkait dengan dana pinjaman/hibah yang bersangkutan.

Share   
Loading the Player...
Video Lainnya