Pioner dan 5 AS

NILAI-NILAI LUHUR BPKP
P I O N I R

Nilai-nilai organisasi merupakan dasar acuan dan motor penggerak motivasi, sikap dan tindakan. Dalam konteks organisasi, nilai-nilai organisasi harus dikembangkan atau sejalan dengan visi dan misi organisasi.


Dalam menjalankan mandatnya, BPKP senantiasa bertumpu pada nilai-nilai luhur yang urutan huruf awalnya dapat menjadi suatu kata kunci yang mengilhami seluruh staf BPKP yaitu PIONIR yang berarti pemrakarsa. Hal ini merupakan perwujudan dari keinginan untuk selalu berinovasi guna menghasilkan produk-produk yang berbeda dari produk para pengawas intern lainnya tetapi diyakini akan diterima karena dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan. PIONIR merupakan bentukan dari enam nilai yaitu Profesional, Integritas, Orientasi pada Pengguna, Nurani dan Akal Sehat, Independen, dan Responsibel


Profesional
Suatu standar kualitas kerja keahlian yang menjamin kepercayaan masyarakat pada umumnya dan pengguna jasa pada khususnya, karena dilandasi oleh pola kerja, pola pikir, dan pola sikap menurut standar keahlian minimal yang ditetapkan oleh organisasi profesi dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku


Integritas
Integritas adalah nilai yang mengandung makna gabungan dari kejujuran, objektivitas, keberanian, konsistensi, dan konsekuensi. Nilai pengawasan, selain bergantung pada kompetensi pengawas, juga sangat dipengaruhi oleh integritas


Orientasi pada Pengguna
Orientasi pada Pengguna adalah keinginan untuk membantu atau melayani pihak lain untuk memenuhi kebutuhan mereka, dengan cara mengetahui dan memenuhi kebutuhan pengguna meliputi pengguna internal dan eksternal


Nurani dan Akal Sehat
Nurani dan akal sehat adalah nilai untuk bertindak proporsional, menghindari diri dari praktik pengawasan yang berlebihan. Dengan mempertimbangkan nurani dan akal sehat, auditor ditantang untuk menerapkan etika pengawasan yang tertinggi. Nurani merupakan sumber pertimbangan kebaikan etika dalam tahapnya yang tertinggi


Independensi
Independensi mencakup dua hal yaitu independensi dalam sikap dan dalam penampilan. Independensi tetap diperlukan bagi aparat pengawas intern tidak terkecuali BPKP. Selain memberikan laporannya langsung kepada para pimpinan lembaga eksekutif, BPKP juga memaparkan hasil pengawasannya kepada DPR manakala diminta, tentunya dengan memperhatikan kaitannya dengan aspek kode etik profesi.


Responsibel
Responsibel adalah sikap seorang yang mengakui adanya tanggung jawab yang bermula pada dirinya (obligation to act). Ini adalah salah satu sikap yang dipercaya merupakan komponen dari proses good governance
Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, pegawai BPKP dalam mewujudkan nilai-nilai luhur BPKP dengan semangat kerja 5- As.

SEMANGAT KERJA 5-AS BPKP

Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas, Kerja Penuh Integritas.


Share