Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur

Soft Launching Library Cafe Wadah Bekesah
19 Nopember 2019 11:42:45 / kaltim / dibaca: 65 kali / Kat: Corpu

Membangun Budaya Berbagi Pengetahuan Melalui KMS (Knowledge Management System)

Akhirnya BPKP Provinsi Kaltim berhasil membuat Library Cafe dan di-soft launch untuk kali pertama oleh Kapuslitbangwas BPKP bapak Bonardo Hutauruk dengan melakukan sosialisasi mengenai Knowledge Management System pada hari senin (18/11/2019).
 
Library Cafe BPKP Provinsi Kaltim merupakan library cafe ke-12 bagi perwakilan BPKP di Indonesia. Tema yang diusung oleh kapuslitbangwas tentang KMS bertalian erat dengan library cafe, karena library cafe merupakan wadah sharing knowledge dalam rangka peningkatan kualitas SDM melalui diskusi dan sosialisasi secara informal.
 
Library cafe yang dibentuk oleh BPKP tidaklah seperti library cafe yang ada di cafe-cafe jakarta karena mereka berfokus membangun cafe secara bisnis semata dengan mengincar segmen pelanggan atau komunitas penghobi baca buku. Sedangkan library cafe BPKP merupakan media berbagi pengetahuan, berbagi ide dan wawasan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih tentang topik atau isu hangat dalam suasana informal yakni suasana cafe.
 
Diharapkan dengan suasana cafe akan membebaskan halangan untuk bebas bercakap-cakap dan dengan menciptakan lingkungan yang santai, informal dan kondusif akan membuka dialog dan belajar secara terbuka.
 
Sementara itu, KMS yang dijelaskan oleh Kapuslitbangwas BPKP bahwa adanya Knowledge Management akan membantu organisasi melakukan sharing pengetahuan seputar proses bisnis , masalah-masalah yang timbul dan pengalaman kesuksesan hingga hal-hal diluar pekerjaan yang bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan pegawai.
 
Seperti kita ketahui bahwa pengetahuan terbagi menjadi dua bagian yakni pengetahuan tacit dan eksplisit. Pengetahuan tacit merupakan pengetahuan dalam diri kita yang tidak terdokumentasi berupa pengetahuan dari pengalaman sehari-hari atas permasalahan dan kesuksesan dalam melaksanakan tugas. Sedangkan pengetahuan eksplisit merupakan pengetahuan yang telah terdokumentasi sehingga dapat dipelajari oleh pegawai, misalnya standar atau SOP kegiatan, peraturan-peraturan terkait, dsb.
 
Adanya kedua jenis pengetahuan tersebut hendaknya dapat didokumentasi dalam bentuk knowledge management sehingga menjadi keunggulan kompetitif bagi organisasi. 
 
Knowledge management tersebut dapat dikelola secara tersistem dan dikenal dengan Knowledge management system atau KMS. Pengertian KMS menurut Marakas (2010) adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang mendukung penciptaan, pengaturan dan penyebaran dari pengetahuan bisnis kepada pegawai dan pimpinan suatu organisasi.
 
Adanya KMS tersebut sangat berguna terutama bagi pegawai baru untuk mempelajari tentang organisasi karena berisi informasi dari seluruh bidang kegiatan serta pengetahuan lain seperti teknik atau metodologi pengawasan terbaru. Melalui library cafe merupakan media efektif untuk mengkapitalisasi pengetahuan tacit pejabat atau pegawai senior dan mendokumentasikan ke dalam KMS.
 
HumasBPKPKaltim - (Cakbro/Lutfi)


Share      

Berita Terkait: