Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur

Halal Bi Halal Sebagai Wujud Internalisasi Budaya Organisasi
20 Juni 2019 07:01:10 / kaltim / dibaca: 1933 kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial

Halal Bi Halal adalah suatu upaya menyamakan frekuensi  antar sesama sehingga terjadi sinergi yang menimbulkan semangat baru

Halal Bi HalalHal tersebut disampaikan oleh ustadz DR Sani bin Husain pada saat memberikan pencerahan di hadapan seluruh pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur dalam Acara Halal Bi Halal dengan tema  "Internalisasi Budaya Organisasi" yang dilaksanakan di Aula Lantai II Gedung Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur (Rabu/19).

"Ketika Halal Bi Halal berhenti di bulan Syawal maka kita akan tidak menemukan energi baru atau semangat baru di bulan-bulan berikutnya", tegas ustadz Sani.

Materi yang disampaikan oleh ustadz DR Sani bin Husain selain membahas Halal Bi Halal yang merupakan suatu upaya untuk menyamakan frekuensi, karena sebagaimana diketahui Halal Bi Halal ini sudah bukan hanya milik umat Muslim di tanah air tercinta ini, tapi juga sudah menjadi milik umat lain yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama juga memberikan tips bagaimana caranya agar lebih mudah menghadapi tantangan dalam menghadapi kehidupan.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh ustadz Dr. Sani Bin Husain, Kepala Perwakilan Adil Hamonangan yang hadir dalam acara tersebut juga memilik persepsi yang sama, bahwa Halal Bi Halal merupakan hal yang tidak terpisahkan dari budaya dari bangsa Indonesia yang sampai saat ini pelaksanaanya terus berkembang ke berbagai komunitas masyarakat, sosial,pekerja, profesi, dll.

Kepala Perwakilan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas limpahan rahmat dan berkahnya kepada kita semua. Dan yang terpenting lagi adalah bagaimana kita mengolah, menggunakan  momen ini dapat menghasilkan sumber energi baru untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi target di tahun 2019 yang merupakan tahun terakhir dari RPJMN 2015-2019.

Lebih lanjut ustadz DR Sani bin Husain menjelaskan bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk tidak bersatu, dan hal itu sudah dicontohkan oleh orang-orang terdahulu, bahkan oleh para Nabi dan Sahabat Nabi Muhammad SAW.

Pesan penting dari pencerahan yang disampaikan oleh ustadz DR Sani bin Husain antara lain :

Jangan membenci karena 4 hal antara lain :

1. Jangan membenci karena perbedaan
2. Jangan membenci karena kekurangan
3. Jangan membenci karena status
4. Jangan membenci karena masa lalu.

Diakhir pencerahannya, ustadz DR Sani bin Husain berharap semoga semua kita menjadi insan-insan yang mudah memaafkan dan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'a agar dapat disatukan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

 

Humas BPKP Kaltim - Lutfi Budiarto

 

 

 

 



Share      

Berita Terkait:

20 Agustus 2019 07:25:28 / kaltim / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Peringatan HUT RI ke-74 di BPKP Kaltim
13 Agustus 2019 16:16:50 / kaltim / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kalan BPK RI Prov. Kaltim Kunjungi Kantor BPKP Kaltim
13 Agustus 2019 08:54:26 / kaltim / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
BPKP Kaltim Ber-Qurban 5 Ekor Sapi
09 Agustus 2019 07:45:50 / kaltim / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Gubernur Kalimantan Timur Harapkan Seluruh Pemda Dapat WTP
26 Juli 2019 14:19:16 / kaltim / dibaca: kali / Kat: Kegiatan Sosial, Seremonial
Kaper BPKP Kaltim Lantik Pejabat Administrator dan Auditor