Sekda Mempawah Kunjungi Kaper BPKP Kalbar Sampaikan Undangan Kaper Kalbar Sebagai Anggota Pansel

Pontianak (24/9)—Ibarat memanggang kue Bingke, diakui Sekda Mempawah, jabatan Sekda berada di tengah api. Untuk itu, Sekda Mempawah Ismail kunjungi Kantor BPKP Kalbar untuk konsultasikan permasalahan sekaligus minta kesediaan Kaper BPKP Kalbar menjadi anggota panitia seleksi Jabatan Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Mempawah.

“Menjabat Sekda ibarat memanggang kue Bingke. Di atas api, di bawah juga api. Di atas, kami bersinggungan dengan kepentingan politik yang sulit dihindari. Sementara di bawah, kami berhadapan dengan birokrasi yang juga rawan dengan korupsi anggaran. Untuk itu, kami ingin memperkuat pengawasan internal guna memastikan jalannya kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga nyaman untuk keduanya,” demikian disampaikan Sekda Mempawah Ismail saat mengunjungi Kepala Perwakilan (Kaper) BPKP Kalbar Dikdik Sadikin pada Jumat, 24 September 2021 di Ruang Kaper BPKP Kalbar, Pontianak.

Dalam rangka itu, Sekda Mempawah menginginkan agar para pejabat yang diangkat untuk menjadi pengelola pemkabnya sejak awal sudah dinilai berdasarkan kriteria yang kuat dalam seleksi sehingga kehadiran BPKP selayaknya sudah masuk di situ.

Ke depan, Sekda Mempawah juga menginginkan agar ada rekrutmen dari pegawai BPKP yang dapat memperkuat kapabilitas APIP-nya sekaligus mendorong maturitas SPIP Pemkab Mempawah.

Kaper BPKP Kalbar mengapresiasi itikad baik Sekda Mempawah tersebut. Disampaikan Kaper bahwa internal audit memang memiliki fungsi early warning system dan quality assurance. Dengan demikian, melalui pengawasan internal yang kuat akan memberikan kenyamanan bagi semua pihak, dengan syarat selama tetap dalam komitmen dan integritas.

Adapun undangan sebagai anggota pansel di lingkungan Pemkab Mempawah diapresiasi Kaper sebagai kehormatan pada BPKP yang sejak awal sudah dipersilahkan untuk dapat akses ke dalam rekrutmen internal Pemkab Mempawah. “Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal Pemkab Mempawah sudah terbuka dan transparan dalam pengangkatan pejabat-pejabatnya. Semoga ke depannya akuntabilitas dari pejabat yang diangkat pun dapat memenuhi harapan. Sehingga dengan pengendalian yang baik dan risiko yang telah dapat dimitigasi, jabatan Sekda yang ibarat seperti kue Bingke itu tidak hanya terasa panasnya saja, tapi juga terasa nikmatnya,” pungkas Kaper.

 

Kominfo BPKP Kalbar/FW