Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat

Lebih Baik Mencegah daripada Mengobati
18 September 2015 18:15:08 / kalbar / dibaca: 4162 kali / Kat: Pemberantasan Korupsi

Fraud timbul karena ada niat, kesempatan dan alasan pembenar. Seseorang yang pada awalnya tidak punya niat untuk melakukan fraud, dapat saja melakukannya karena ada kesempatan. Sebaliknya walau ada niat, tetapi karena tidak mendapat kesempatan, seseorang tidak jadi melakukan fraud

 
Demikian disampaikan Hasoloan Manalu, Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Kalimantan Barat pada acara sosialisasi Fraud Control Plan bertempat di Aula RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, pada hari Kamis tanggal 10 September 2015. Peserta meliputi para pejabat struktural, dan perwakilan dari seluruh bagian pelayanan, sampai dengan perwakilan satpam dan sopir. Acara dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Umum, Sdri. Niti, penutupan oleh Wakil Direktur Bidang Pelayanan, Sdri. Lulu N. pada pukul 11:30. Sosialisasi ini juga diikuti oleh empat orang dari Inspektorat Kota Singkawang. 
 
Dalam pemaparannya, Hasoloan Manalu, menyampaikan bahwa fraud itu timbul karena ada niat, kesempatan dan alasan pembenar. Seseorang yang pada awalnya tidak punya niat untuk melakukan fraud, dapat saja melakukannya karena ada kesempatan. Sebaliknya walau ada niat, tetapi karena tidak mendapat kesempatan, seseorang tidak jadi melakukan fraud. Oleh karena itu untuk mencegah seseorang dari perbuatan fraud, perlu diminimalisir kesempatan-kesempatan yang membuka timbulnya niat tadi dengan menerapkan sistem pengendalian. Sistem Pengendalian terhadap froud tersebut yang dikembangkan BPKP adalah Fraud Control Plan. Tahapannya dimulai dari sosialisasi, pemetaan dan dilanjutkan dengan bimtek implementasi FCP.
 
Sama seperti penyakit, lebih baik mencegah dari pada mengobati, karena mengobati lebih besar biayanya, demikian juga lebih baik mencegah korupsi dari pada menindaknya, karena menindak belum tentu dapat mengembalikan kerugian keuangan negara, dan litigasi memerlukan biaya yang besar.
Kegiatan sosialisasi FCP ini akan segera ditindaklanjuti dengan kegiatan pemetaan risiko dan bimbingan teknis penerapan FCP, sesuai dengan komitmen Direktur RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, dr. Carlos Dja’afara, M.Kes.
 
 


Share      

Berita Terkait:

12 Maret 2018 16:49:46 / kalbar / dibaca: kali / Kat: Pemberantasan Korupsi
KPK TEKEN KOMITMEN DENGAN PEMPROV KALBAR CEGAH KORUPSI
05 Maret 2018 17:03:21 / kalbar / dibaca: kali / Kat: Pemberantasan Korupsi
KPK GELAR PELATIHAN BERSAMA DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA KORUPSI
02 Nopember 2017 23:09:22 / kalbar / dibaca: kali / Kat: Pemberantasan Korupsi
PENGEMBANGAN MASYARAKAT PEMBELAJAR ANTI KORUPSI
03 Nopember 2016 11:08:42 / kalbar / dibaca: kali / Kat: Pemberantasan Korupsi
Peningkatan Sinergi BPKP dan APH dalam Penanganan TPK
09 Juni 2015 08:42:47 / kalbar / dibaca: kali / Kat: Pemberantasan Korupsi
Entry Meeting Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Di Kabupaten Ketapang


KONTAK KAMI

 Alamat Kantor
Jalan Ahmad Yani, Pontianak 78124
Telepon (0561)712427, Faksimile (0561)712428
kalbar@bpkp.go.id