Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur

Forum Komunikasi Pemda Pengguna Aplikasi SIMDA
19 September 2016 12:24:44 / BPKPJatim_humas / dibaca: 604 kali / Kat: SIMDA

Forum komunikasi Pemda pengguna SIMDA sebagai ajang diskusi dan pertukaran informasi antar Pemda Pengguna SIMDA di Jawa Timur, serta sebagai forum untuk mendapatkan masukan-masukan bagi pengembangan SIMDA, dalam rangka pengawalan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Dalam rangka pertukaran informasi dan untuk mendapatkan masukan-masukan bagi pengembangan SIMDA tersebut, telah diselenggarakan Forum Komunikasi dan FGD Pemda Pengguna Aplikasi SIMDA di Jawa Timur bertempat di Kabupaten Pasuruan, tanggal 14 s.d 15 September 2016.

Forum Komunikasi dan FGD tersebut merupakan gagasan Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur dalam rangka meningkatkan pengawalan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Forum dihadiri oleh Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Setiadji mewakili Bupati Pasuruan, Kepala Perwakilan BPKP Jatim Agus Setianto, serta perwakilan dari sepuluh pemda di Jawa Timur.

Mewakili Bupati Pasuruan, Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Setiadji menyampaikan apresiasinya atas ditunjuknya Kabupaten Pasuruan sebagai tempat dilaksanakannya forum. Menurut Agus Setiadji, “pertemuan seperti ini sangat penting untuk membangun komunikasi dan sarana pertukaran informasi antar Pemda pengguna aplikasi SIMDA, guna mendapatkan solusi-solusi pemecahan masalah di masing-masing Pemda, sehingga harapan kepala daerah meraih WTP atas laporan keuangannya bisa tercapai,”ungkapnya.

Agus Setiadji menambahkan, “Forum ini sebagai ajang diskusi dan sarana bertukar informasi. Manakala di antara pemda pengguna aplikasi SIMDA ini menghadapi suatu kendala, forum ini dapat membantu memberikan masukan atau jalan keluar yang baik”, lanjut Agus Setiadji.

Senada dengan Sekda Kabupaten Pasuruan, Kepala Perwakilan BPKP provinsi Jatim Agus Setianto, menyampaikan pengalamannya saat menjadi Inspektur Provinsi, dimana sebagian besar pemda di provinsi tersebut laporan keuangannya mendapat Opini Adversed. Ini menunjukkan banyaknya kelemahan yang sangat mendasar dan perlu penanganan serius. Setelah dilakukan kajian secara komprehensif, selanjutnya dilaksanakan forum untuk memetakan permasalahan yang dihadapi pemda, terkait pengelolaan keuangan dan aset pemda. Dari hasil forum yang diadakan banyak masukan dari pemda-pemda, terkait dengan permasalahan yang dihadapi, sehingga menjadi lebih mudah dalam melakukan perbaikan. Dan pada akhirnya, setelah dua tahun forum tersebut diadakan, pemda-pemda tersebut laporan keuangannya dapat meraih Opini WTP.

Agus Setianto menekankan, betapa pentingnya forum komunikasi untuk saling bertukar informasi, mengingat BPKP selaku pengembang SIMDA tidak dapat setiap saat melakukan pendampingan karena keterbatasan jumlah SDM. Agus menambahkan ,“Kedepan forum ini bisa dijadwalkan dan dilaksanakan secara bergantian diantara pemda peserta yang hadir, sehingga dapat mempermudah bertukar informasi,” harap Agus Setianto.

Agus Setianto juga berharap agar para peserta forum dapat menggali informasi dan pengetahuan sedalam-dalamnya, terkait dengan SIMDA dari tim BPKP Jawa Timur yang hadir selama pelaksanaan forum ini, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi dapat didiskusikan untuk dicarikan jalan keluar yang terbaik.

Bagi BPKP, melalui forum ini  dapat menggali masukan dari peserta dalam rangka pengembangan aplikasi SIMDA, guna menjawab tantangan dan harapan pemda. Ke depan SIMDA ini akan terus dikembangkan mengikuti perubahan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah. Pengembangan SIMDA juga dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan berbagai pihak, salah satunya KPK. KPK berharap BPKP mengembangkan SIMDA ini dikaitkan dengan penganggaran dan perencanaan, sehingga dapat diterapkan di pemda.

Namun hal tersebut tidak mudah, mengingat karakteristik dan kompetensi SDM yang ada di masing-masing pemda tidak sama. Sehingga perlu pemetaan di masing-masing pemda agar dapat menerapkan SIMDA ini sesuai kondisi yang ada, juga dibarengi dengan peningkatan kompetensi SDM untuk mengawalnya.

Agus Setianto juga mengutarakan, saat ini BPKP juga sedang bekerjasama dengan BPK dalam rangka memetakan permasalahan yang dihadapi pemda dalam pengelolaan keuangan terkait dengan upaya peningkatan pencapaian opini WTP. BPKP Jawa Timur juga telah melakukan penjajakan kerjasama dengan Bank Jatim dalam upaya pembentukan kas daerah online. “Kami berharap Jawa Timur dapat menjadi pilot project kasda online ini,” harap Agus Setianto.

(Humas BPKP Jatim)



Share      

Berita Terkait:

02 Nopember 2014 10:57:20 / BPKPJatim_humas / dibaca: kali / Kat: SIMDA
Mahasiswa Magister Akuntansi Star Project FEB Univ. Brawijaya Diharapkan Menjadi Agen Perubahan
21 Mei 2014 14:25:46 / BPKPJatim_humas / dibaca: kali / Kat: SIMDA
Komitmen Mengimplementasikan SAP Berbasis Akrual