Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah

PERLUKAH BUMD MEMBANGUN SISTEM MANAJEMEN RISIKO?

 

ditulis oleh : Y. Yuli Ari Widodo


 

Berkali-kali dunia bisnis  diguncang prahara yang membuat ekonomi rontok. Saham-saham berguguran, perusahaan-perusahaan bangkrut. Fenomena bisnis yang mengerikan tersebut terjadi begitu cepat menjangkiti nyaris seluruh perusahaan di dunia. Lalu, apakah BUMD dalam scope lokal terimbas? Bagaimana caranya menghindari risiko terburuk?

Apakah Manajemen Risiko?
Manajemen risiko merupakan  bagian dari ilmu manajemen yang digunakan mengidentifikasi semua risiko yang diperkirakan terjadi  di masa mendatang,  mengukur kemungkinan risiko tersebut muncul (likelihood) serta dampak (impact) yang ditimbulkannya apabila risiko tersebut benar-benar  terjadi. Risiko mungkin tidak bisa dihilangkan tetapi dapat dikurangi dampaknya. Biasanya perusahaan menetapkan risiko yang akseptabel serta merancang  antisipasi yang diperlukan (action plan). Risiko dapat dikelompokkan menjadi  besar, sedang atau kecil. Besar kecilnya risiko diukur berdasarkan dampak kerugian yang ditimbukannya. Risiko sendiri bermacam-macam antara lain risiko keuangan, bisnis, operasional atau legal.
Sebagai ilustrasi, ada dua perusahaan terbakar di ruang kelistrikan. Satu perusahaan akhirnya musnah karena tidak mampu memadamkannya sewaktu api belum membesar. Perusahaan lainnya berhasil memadamkannya dan hanya mengalami sedikit kerugian karena menyediakan pemadam api di lorong-lorong perusahaannya.  Itulah manajemen risiko, mampu mengeliminir kerugian karena risiko telah teridentifikasi dan diantisipasi. Dengan menerapkan manajemen risiko, perusahaan mampu  menekan risiko sekecil mungkin, sehingga tetap survive dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. Apalagi, saat ini risiko makin kompleks akibat faktor internal maupun eksternal. Perusahaan dituntut mampu mengelola setiap risiko secara berkesinambungan.

Membangun Sistem Manajemen Risiko    
Implementasi proses manajemen risiko menggunakan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) Integrated Framework – Executive Summary, yang didesain oleh Committee of Sponsoring Organizations (COSO) of the Treadway Commission pada tahun 2004. Pendekatan ini sudah masyhur di seluruh penjuru dunia serta dianggap komplet desainnya.
Sistem manajemen risiko dibangun menggunakan  alur logika penyusunan struktur dokumen agar mudah dalam memberikan pengertian kepada unit pelaksana manajemen risiko dan perusahaan. Struktur dan pola pengelolaan risiko mengacu kepada struktur dokumentasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 dan ISO 9004:2000.
Tersedianya sistem manajemen risiko tidak serta merta perusahaan menjadi aman. Beberapa kebijakan perlu dibentuk agar manajemen risiko efektif, yaitu:

  • Membentuk unit organisasi manajemen risiko terintegrasi
  • Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam proses bisnis organisasi
  • Mengintegrasikan strategi transfer risiko
  • Mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam budaya dan nilai-nilai organisasi.

Sekali lagi, sistem baru bergerak apabila diberikan energi yang disalurkan dalam kesadaran ”budaya risiko” perusahaan.

Kesiapan BUMD
Melihat konstelasi dunia yang makin menyatu dan saling berketergantungan, BUMD sudah pasti terlibat menghadapi risiko tidak kecil. BUMD dari sekarang mesti menyiapkan diri untuk mengelola beragam risiko demi kejayaan perusahaan. Bagaimana para nakhoda kapal BUMD dan para pemegang sahamnya menyadari hal ini? Merekalah yang harus menjawabnya.

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah apabila BUMD telah membangun suatu sistem manajemen risiko  serta menetapkan strategi pelaksanaannya akan cukup menjamin bahwa perusahaan pasti akan terhindar dari risiko besar? Jawabanya adalah ”belum cukup”. Butuh komitmen kuat dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan agar risiko benar-benar tereduksi.

Penyakit ”sekedar memiliki” manual manajemen risiko tanpa diikuti konsistensi dan keseriusan menjalankannya  inilah yang sering kita jumpai pada BUMD. Tidak  heran banyak BUMD tidak mampu bersaing dengan para kompetitornya. Dampaknya jelas bisa bangkrut atau biaya tinggi. BUMD harus segera menata diri, merancang visi ke depan yang harus diraih dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Manajemen risiko ini adalah salah satu perangkat terkini yang membantu mendeteksi secara dini risiko dan mengantisipasinya untuk menyelamatkan BUMD dari kerugian fatal.


Share   
TENTANG KAMI
Kata Pengantar
Gambaran Umum
Visi Misi
Struktur Organisasi
Sumber Daya Manusia
Sarana Prasarana
Tugas Pokok dan Fungsi
PRODUK LAYANAN BIDANG / BAGIAN
Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah
Bidang Akuntan Negara
Bidang Investigasi
Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat
Bagian Tata Usaha
Bidang Program dan Pelaporan / P3A
DOKUMEN SAKIP
Rencana Strategis
L A K I P
Perjanjian Kinerja
DAFTAR INFORMASI PUBLIK
Informasi Berkala
Informasi Serta Merta
Informasi Setiap Saat
Permohonan Informasi
Informasi Yang Dikecualikabn
SOP Layanan Umum Android/SMS

ARSIP BPKP JAWA TENGAH

 

 
 
KALENDER DIKLAT
KONTAK KAMI
 
 
SITUS TERKAIT