Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah

Berita Seputar Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah

APIP JATENG KOMITMEN TINGKATKAN KAPABILITAS LEVEL 3
28 September 2017 10:52:34 / jateng / dibaca: 114 kali / Kat: Kapabilitas APIP

Semarang (27/9) Plt. Inspektur Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono secara resmi menutup Workshop Peningkatan Kapabilitas APIP bagi APIP Se-Jateng Tahun 2017, yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah Samono, Deputi Pencegahan KPK Najib Wahito, Korwas Bidang P3A BPKP Jateng Teguh Harjanto serta para peserta Workshop sebanyak 71 orang.

Plt. Inspektur Provinsi Jawa Tengah Siswo Laksono dalam sambutan sekaligus menutup Workshop secara rsmi tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPK dan BPKP yang telah bersedia hadir dalam workshop peningkatan Kapabilitas APIP bagi APIP se Jateng. Harapannya KPK  dan BPKP selalu melaksanakan Bimtek pencegahan kepada para APIP, sehingga kedepan tidak salah mengambil langkah dalam melaksanakan tugas, terutama dalam meningkatkan kapabilitas APIP.

Lebih lanjut Siswo berharap setelah melaksanakan workshop ini segera melaporkan kepada piminan unit kerja di wilayah masing-masing, bahwa dari 35 Kab/Kota di Jawa Tengah masih ada 19 kab/kota yang APIP-nya masih berada pada level 1, dan 14 kab/kota yang sudah berda pada level 2 serta 2 kab/kota yang sudah mencapai level 3, semua itu akan sangat berpengaruh pada pengawasan yang dilaksanakan oleh APIP masing-masing.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah Samono dalam sambutan dan arahan saat penutupan workshop menyampaikan bahwa Kapabilitas APIP sebagaimana yag telah dilaksanakan saat ini adalah lebih banyak ke permasalahan audit investigative. Intinya setelah para peserta workshop semua direkrut dalaminstitusi APIP inspektoratdengan kriteria tertentu pasti direncanakan pembinaannya.Hal ini termasuk bagian dari sumber daya manusia, dan teknisnya bisameningkatkan kapabilitas APIP itu sendiri.

Lebih lanjut Samono mengharapkan pada para peserta workshop, semoga apa yang telah diperoleh ini bisa diimplementasikandi lingkungan kerja masing-masing dengan baik melalui PKS, sehingga rekan kerja yang lain juga memahami, walaupun pemahamannya sangat berbeda dengan yang telah mengikuti workshop. Selain harus diimplementasikan di lingkungan kerja, harapannya juga agar lebih bersinergi lagi dengan KPK dalam melaksanakan tugas. Diklat Teknis Substantif ini harus lebih banyak dikaitkan dengan beberapa kasus, sehingga APIP lebih banyak mengetahui permasalahan yang ada saat melaksanakan tugas,  papar Samono.

Deputi Pencegahan KPK Najib Wahito dalam sambutannya menyampaikan terimakasih karena acara workshop telah dilaksanakan dengan baik,dan lancer semoga semua materi dapat dipahami dengan baik. Harapannya ke depan kuantitas  dan isi terkait dengan materi yang telah disampikan akan dievaluasi, dengan harapan bisa menambah wawasan dari para peserta workshop.

Najib menambahkan terkait dengan pemberitaan di media massa yang akhir-akhir ini santer diberitakan terkait dengn Operasi Tangkap Tangan/OTT oleh KPK, dan persepsi atau pemahaman yang berbeda-beda di masyarakat tentang OTT,  Perlu dijelaskan bahwa OTT itu seolah-olah  tersangka sedang memegang uang, padahal tidak begitu kasusnya, berbeda dengan kejahatan lain, katakanlah seperti tindak pidana, ini bisa saja seperti itu, tetapi OTT tidak selalu begitu kasusnya.

Lebih lanjut Najib mengatakan bahwa ada 4 unsur dari tindak pidana OTT  itu yaitu yang pertama sedang melakukan tindak pidana, atau tengah melakukan tindak pidana, seperti suap, dll.  Kedua atau dengan segera beberapa saat sesudah melakukan tindak pidana itu dilakukan. Ketiga atau sesaat kemudian diberitakan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukan tindak pidana. Dan yang keempat atau sesaat kemudian ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya, papar Najib.

Selama tiga hari pelaksanaan workshop, materi yang disampaikan antara lain Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) oleh LKPP, Kasus PBJ oleh KPK, Overview Audit Investigatif dan Pengumpulan Bukti oleh Korwas Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Jateng, Hasoloan Manalu dan Panut, Probity Audit oleh Korwas Bidang APD BPKP Jateng Pareng Slamet dan Korwas Bidang IPP BPKP Jateng, Nasrul Wathon, Audit Investigatif dan kasusnya oleh Dalnis Bidang Investigasi BPKP Jateng Edy Pramono dan Kotot Gutomo, serta Probity Audit (Perencanaan, Proses, Pengadaan dan Serah Terima Hasil Laporan oleh Dalnis Bidang Investigasi BPKP Jateng Agun Budi dan Dalnis Bidang IPP BPKP Jateng Suranto. (Tim Humas BPKP Jateng/Din)



Share      

Berita Terkait:

18 Agustus 2017 09:59:41 / jateng / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
SIMULASI TELAAH SEJAWAT UNTUK PENINGKATAN KAPABILITAS APIP DI 10 KAB/KOTA DI JATENG
12 April 2017 13:22:09 / jateng / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
MATURITAS SPIP LEVEL-3, PEMPROV JATENG APRESIASI BPKP
20 Desember 2016 17:54:40 / jateng / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
KEMENDIKBUD DAN BPKP KOMITMEN KAWAL ANGGARAN PENDIDIKAN TRANSFER DAERAH
15 Maret 2016 09:54:47 / jateng / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
DEPUTY SETWAPRES APRESIASI APIP JATENG
06 Maret 2016 17:14:46 / jateng / dibaca: kali / Kat: Kapabilitas APIP
TIGA PARAMETER OUTPUT PEMDA HARUS DIKAWAL APIP.


TENTANG KAMI
Kata Pengantar
Gambaran Umum
Visi Misi
Struktur Organisasi
Sarana Prasarana
Sumber Daya Manusia
PRODUK LAYANAN
Bidang Investigasi
Bidang Akuntan Negara
Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat
Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah
Bagian Tata Usaha
Bidang Program dan Pelaporan / P3A
INFORMASI PUBLIK
Rencana Strategis
L A K I P
Laporan Keuangan
Pengadaan Barang/Jasa
Laporan BMN
Perjanjian Kinerja
Rencana Kerja

KALENDER DIKLAT
 
 
ARSIP BPKP JAWA TENGAH

 

 
 
KONTAK KAMI
 
 
SITUS TERKAIT