Inspektorat BPKP Berbagi Praktik Pengawasan Intern dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian

Kunjungan Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian yang dipimpin oleh Auditor Utama Kementerian Pertanian R. Muhammad Imron Rosjidi, diterima oleh Buntoro dan segenap jajaran di ruang rapat lantai 7, gedung Pusat BPKP, dengan protokol kesehatan yang ketat.

Lebih jauh Buntoro menjelaskan bahwa hal yang mendasari Inspektorat BPKP segera mengimplementasikan CACM adalah keterbatasan anggaran dan jumlah SDM, digitalisasai proses bisnis di lingkungan BPKP, dan tuntutan perubahan pendekatan pengawasan berbasis IT.

“Selain itu, perlunya tools untuk mempermudah melakukan analisis data secara real time dan informasi yang akurat bagi pimpinan dalam mengambil kebijakan pengawasan juga menjadi latar belakan implementasi CACM ini,” lanjut Buntoro.

Menurut Buntoro, salah satu value CA yang paling penting adalah perluasan cakupan pengawasan yang bisa mencapai seluruh populasi, dan tidak lagi sampling.

“Selanjutnya dalam CM memungkinkan manajemen mereviu secara terus menerus apakah proses bisnis yang ada di organisasi telah berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Kalaupun ada deviasi, itu bisa diketahui secara cepat dan diambil tindakan perbaikan dengan segera  sehingga pencapaian organisasi bisa berjalan efektif dan efisien. Ini value yang sangat penting,” pungkas Buntoro.

Pada kesempatan tersebut, Subkoordinator Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Ditya Permana memaparkan bagaimana penerapan manajemen risiko di BPKP, mulai dari regulasi, proses manajemen risiko, hingga bagaimana teknis penggunaan sistem informasi manajemen risiko BPKP.

Di akhir acara, Imron Rosjidi memberikan apresiasinya kepada BPKP.

“Maju dengan saling berbagi, apa yang diperoleh dari sini mudah-mudahan menjadi bahan untuk perbaikan kami di sana,” kata Imron.

 

Humas Inspektorat/Tan