Deputi Bidang Akuntan Negara

Pedoman Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko

Evaluasi penerapan manajemen risiko dilaksanakan terkait dengan peran dari Auditor Internal perusahaan, sebagaimana yang tercantum dalam The Professional Practice Framework-The IIA Research FoundationTahun 2004:

 

  1. Standar  2110 - Manajemen Risiko dinyatakan bahwa “aktivitas Auditor Internal harus membantu organisasi mengidentifikasi dan mengevaluasi eksposur risiko yang signifikan dan memberikan kontribusi untuk peningkatan manajemen risiko dan sistem pengendalian.”
  2. Practice Advisory2110-1:Menaksir Kecukupan Proses Manajemen Risiko dinyatakan bahwa:
    1. Auditor Internal memiliki tanggung jawab untuk memberikan assurance kepada manajemen dan komite audit tentang kecukupan proses manajemen risiko perusahaan.
    2. Tanggung jawab tersebut menghendaki Auditor Internal untuk memformulasikan opini apakah proses manajemen risiko perusahaan sudah memadai dalam melindungi aset, reputasi dan operasi perusahaan sehari-hari.

 

Auditor Internal membantu manajemen dan komite audit melakukan pengujian, evaluasi, pelaporan, dan merekomendasikan perbaikan atas kecukupan dan efektivitas proses manajemen risiko.

 

Evaluasi penerapan manajemen risiko tersebut bertujuan untuk menilai kecukupan rancangan dan efektivitas pelaksanaan proses manajemen risiko, mengetahui tingkat kematangan manajemen risiko (risk maturity level) perusahaan, dan sebagai acuan untuk menentukan perencanaan audit dan pendekatan audit yang akan digunakan oleh Auditor Internal.Satuan Tugas Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP telah menyusun Pedoman Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko yang merupakan buku kelima dari buku seri Manajemen Risiko. Pedoman Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko ini disusun sebagai panduan Tim BPKP untuk mengevaluasi kecukupan rancangan dan kondisi penerapan manajemen risiko perusahaan. Tim BPKP berperan sebagai evaluator independen yang ditugaskan oleh manajemen atau Pemegang Saham Perusahaan. 

 

Ruang lingkup pedoman ini mencakup langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pelaksanaan evaluasi penerapan manajemen risiko mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. 

 

Metodologi yang digunakan oleh BPKP untuk mengevaluasi penerapan manajemen risiko adalah dengan cara menilai 8 (delapan) komponen proses manajemen risiko yang terdiri dari 28 (dua puluh delapan) aspek dan 69 (enam puluh sembilan) kriteria yang telah ditetapkan.

 

Penilaian dilakukan dengan cara pengumpulan informasi melalui:

 

  1. Reviu dokumen, yaitu  mempelajari informasi yang terdapat pada dokumen yang terkait dengan penerapan manajemen risiko untuk dibandingkan dengan kriteria yang digunakan.
  2. Kuesioner, yaitu seperangkat pertanyaan yang telah disusun sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang tidak dapat diperoleh melalui reviu dokumen ataupun observasi, pendalaman dan/atau validasi, serta uji silang dari informasi lain yang sudah diperoleh dari reviu dokumen
  3. Wawancara, yaitubentuk paling umum dari komunikasi yang terencana yang berfungsi sebagai alat penguji kebenaran terhadap data/informasi yang diperoleh dari alat-alat lainnya (reviu dokumen, kuesioner, dan observasi), alat untuk mencari informasi pelengkap (metode pelengkap), dan dapat berfungsi sebagai satu-satunya alat pengumpul data utama (metode primer).
  4. Observasi, yaitu melakukan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan/ kondisi di lapangan untuk menguji pemenuhan kriteria tertentu.

 

Hasil penilaian akan menunjukkan tingkat kematangan penerapan manajemen risiko di perusahaan yang dibagi ke dalam 6 (enam) kategori, yaitu  Non-existent, Initial, Repeatable, Defined, Managed, danOptimised. 

 

Sistematika penyajian pedoman meliputi :

 

  1. Bab I – Pendahuluan ; berisi uraian tentang latar belakang, tujuan,ruang lingkup pedoman, dansistematika penyajian & alur pikir penyusunan pedoman.
  2. Bab II - Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko; berisi pengertian, maksud dan tujuan serta metodologi evaluasi penerapan manajemen risiko.
  3. Bab III - Jasa Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko ; berisi tentang perolehan penugasan, kriteria tim evaluasi, pengorganisasian dan peran tim dalam penugasan evaluasi penerapan manajemen risiko dan pengendalian mutu.
  4. Bab IV - Langkah Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko; berisi langkah-langkah pelaksanaan evaluasi penerapan manajemen risiko pada setiap tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan.
  5. Lampiran - Berisi Formulir Kendali Mutu dan Contoh Laporan Hasil Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko.

Share