Deputi Bidang Akuntan Negara

Berita Seputar Deputi Bidang Akuntan Negara

BPKP sebagai NARASUMBER dlm RAKOR PENETAPAN KPI DEKOM BIDANG USAHA INDUSTRI PRIMER KEMENTERIAN BUMN
11 Juli 2011 00:09:33 / dan / dibaca: 1552 kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek

“KPI Dekom menjadi sarana penting untuk penguatan akuntabilitas kinerja Dekom.” Itulah simpulan besar sebagai narasumber dalam acara rakor penetapan KPI Dekom Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN yang berlangsung di Ciwidey, Jawa Barat tanggal 11 Mei 2011.

 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengawasan BU Agrobisnis, Jasa Konstruksi dan Perdagangan pada Deputi Bidang Akuntan Negara BPKP, Sudjono, selaku narasumber, menegaskan dalam pembukaannya bahwa penetapan KPI Dekom merupakan proses yang tidak bisa selesai dalam waktu yang singkat, namun interaksi antara beberapa pihak, tepatnya untuk “duduk bersama” membahas lebih intens agar dapat merumuskan KPI yang tepat bagi Dekom. Dilanjutkan dengan pemaparan KPI Dekom oleh tim yang merupakan sharing experience atas penyusunan KPI Dekom sebelumnya yang dilaksanakan di 6 BUMN Bidang Usaha Jasa Logistik.

 

Rakor yang diselenggarakan di Patuha Resort milik Perhutani sebagai inisiatif Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN ini patut mendapat apresiasi karena merupakan langkah untuk perbaikan dalam good corporate governance. Hal ini sejalan dengan survei The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICD) scorecard GCG untuk 329 perusahaan publik dan BUMN di Indonesia tahun 2009. Dalam survei tersebut terlihat “responsibility of the boards” memiliki hasil terendah kedua. Khususnya untuk BUMN, penguatan responsibility of the boards menjadi prioritas karena disinilah juga sebenarnya akan menjadi motor bagi peningkatan penerapan GCG.

 

Kurangnya mekanisme menilai kinerja komisaris akan menyulitkan dalam memisahkan kinerja dekom yang sesungguhnya. Ukuran paling ideal adalah indikator yang mampu mengukur nasehat dan pengawasan komisaris terhadap kinerja perusahaan.

 

Steven A. Murphy dan Michael L.M dalam paper “Boards of directors performance: a group dynamic perspective” menyebutkan bahwa efektivitas komisaris dipengaruhi oleh karakteristik dan fungsi yang ada dengan variabel masing-masing yang saling ada keterhubungan yang pada gilirannya akan berpengaruh pada efektivitas fungsi komisaris yang meliputi peran conformance dan performance role terhadap kinerja perusahaan. Proses identifikasi critical success factor (CSF) pengukuran kinerja komisaris menjadi penentu keberhasilan, memang bukan hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin. Pada saat penutupan, Asisten Deputi I BUMN Bidang Usaha Industri Primer Meneg BUMN, Rahmat, mengatakan perlu ditetapkan suatu waktu untuk merumuskan KPI Dewan Komisaris. Hasil rumusan tersebut tidak saja berlaku di lingkungan BUMN tertentu, tetapi dapat juga berlaku untuk seluruh Dekom BUMN. (Heli Restiati).

 



Share      

Berita Terkait:

01 Mei 2013 14:43:36 / dan / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Studi Banding Tim Monitoring dan Aplikasi Penilaian GCG PT Telkom ke BPKP Pusat
12 Juli 2012 12:30:02 / dan / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Seminar Identifikasi dan Mitigasi Risiko Bisnis PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Jakarta 5 Juli 2012
14 Desember 2011 04:06:28 / dan / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
BPKP sebagai Narasumber dalam Sosialisasi dan Workshop KPI Dewan Komisaris
09 Nopember 2011 10:02:52 / dan / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
SHARING PT TIMAH Tbk: BAGAIMANA MENGURANGI KEGAMANGAN PARA PENYELENGGARA PENGADAAN BARANG DAN JASA?
07 Oktober 2011 03:39:20 / dan / dibaca: kali / Kat: Konsultasi, Asistensi dan Bimtek
Workshop Penilaian Properti dan Saham yang diselenggarakan PT PPA (Persero)