Siswaskeudes Mempermudah Inspektorat Kabupaten/Kota Mengawasi Pengelolaan Keuangan Desa

Workshop ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi panel dengan narasumber terdiri dari Iskandar Novianto, Direktur Pengawasan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan, Pembangunan dan Pemerintahan Desa BPKP; Yuni Sulistiowati, Auditor Madya pada Inspektorat Jenderal Kementerian Desa PDTT; dan Basito, Inspektur Kabupaten Madiun. Pada kesempatan pertama, Iskandar Novianto menjelaskan bahwa Aplikasi Siswaskeudes merupakan aplikasi yang dikembangkan bersama antara Deputi Bidang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Aplikasi Siswaskeudes digunakan untuk membantu Inspektorat Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan desa dengan berbasis Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Beliau juga menyampaikan bahwa sebagai salah satu tahapan pengembangan aplikasi, ujicoba penerapan aplikasi ini telah dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Inspektorat Kabupaten Boyolali dan Inspektorat Kabupaten Madiun. Ujicoba penerapan dilakukan dengan melakukan sosialiasi mengenai penggunaan aplikasi dan melakukan audit terhadap desa yang menjadi sampling berdasarkan faktor-faktor risiko yang dihasilkan dari pengolahan data oleh aplikasi. Hasil ujicoba tersebut pada workshop ini diuraikan lebih lanjut oleh Inspektur Kabupaten Madiun.

Selanjutnya, Yuni Sulistiowati memberikan pemaparan mengenai pengawasan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Beliau mengungkapkan bahwa  kegiatan prioritas  Kementerian Desa PDTT terkait dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terdiri dari fasilitasi pengembangan produk unggulan perdesaan, peningkatan kualitas dan kuantitas Badan Usaha Milik Desa, pembangunan embung dan pembangunan sarana prasarana olahraga desa. Dalam menjaga akuntabilitas penggunaan Dana Desa agar sesuai dengan prioritasnya, Itjen Kementerian Desa PDTT telah melaksanakan pengawasan terhadap pendamping desa, monitoring dan evaluasi bersama tim Satuan Tugas Dana Desa, Membuka Saluran Pengaduan Masyarakat atas penggunaan Dana Desa melalui aplikasi Whistle Blowing System dan melakukan pemantauan pelaksanaan penggunaan desa melalui sekretariat bersama yang terdiri dari Kemendes PDTT, Kemendagri dan Polri.

Narasumber ketiga yaitu Basito memaparkan mengenai Hasil Ujicoba Aplikasi Siswaskeudes. Beliau mengawali dengan mengungkapkan rasa terima kasih kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan BPKP yang telah mengembangkan aplikasi Siswaskeudes karena dapat mempermudah pelaksanaan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa yang dilakukan Inspektorat Kabupaten/Kota. Dari hasil ujicoba yang dilaksanakan, pengawasan menggunakan Siswaskeudes menjadi lebih terarah, karena dalam melakukan pemilihan sampel, Inspektorat kabupaten/kota telah dipandu dengan fasilitas desk review terhadap faktor-faktor risiko dalam pengelolaan keuangan desa dengan menggunakan data dari aplikasi Siskeudes. Kemudian dari hasil desk review tersebut, dilaksanakan ujicoba pengujian substantif terhadap desa yang telah dipilih menjadi sampel. Hasil pengujian substantif tersebut menunjukkan bahwa desa yang terpilih menjadi sampel memang memiliki akuntabilitas pengelolaan keuangan desa yang masih rendah. Kemudian beliau juga memberikan masukan-masukan terkait dengan pengoperasian Aplikasi Siswaskeudes.(/Rief)