Memasuki Tahap SKB, BPKP Kalteng Terus Awasi Pelaksanaan Pengadaan CPNS Tahun 2021

Palangka Raya (15/11) - Berlokasi di Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara Kota Palangka Raya, Tim dari Bidang Instansi Pemerintah Pusat BPKP Kalteng memantau jalannya pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Tahun 2021 di Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka monitoring progres pengawasan dan penjaminan kualitas atas pelaksanaan pengadaan CPNS Tahun 2021 sehingga proses pengadaan CPNS menjadi transparan dan akuntabel.

Selain itu, BPKP telah mengidentifikasi setidaknya ada sebelas risiko yang perlu diantisipasi dalam pengadaan ASN tahun 2021 ini. Risiko itu antara lain: kebutuhan ASN yang belum didukung ketersediaan anggaran, risiko otorisasi dan serangan hacker pada database, tidak terinformasikannya pengumuman penerimaan secara luas, validitas yang rendah atas Nomor Induk KTP calon pelamar, hingga masalah sarana prasarana dan IT.

Selanjutnya risiko yang perlu diantisipasi adalah kebocoran soal, kolusi, laman sulit diakses, joki dan kecurangan saat pelaksanaan, hasil tes yang berbeda antara panselnas dan realitanya, serta pengumuman kelulusan yang berbeda dengan hasil Seleksi Kompetensi Dasar/Seleksi Kompetensi BidangIdentifikasi risiko ini menjadi bentuk early warning untuk ditindaklanjuti oleh panitia seleksi baik di tingkat nasional maupun tingkat kementerian, lembaga, dan daerah.***(Kominfo BPKP Kalteng/Reza)