BPKP bersama BPOM Pantau Distribusi Vaksin untuk Kabupaten Mamuju dan Majene

Kamis, 4 Maret 2021, Auditor dari Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat, Kurniawan dan Haris Ikhsan melakukan pengecekan ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju.

Tim BPKP melakukan monitoring proses distribusi Vaksin SINOVAC yang telah tiba di Gudang Farmasi, didampingi oleh pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Muslimin, yang menangani distribusi vaksin SINOVAC di Sulawesi Barat. Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 telah memasuki tahap kedua, dengan sasaran Aparatur Sipil Negara, TNI/Polri serta lansia.

Selain BPKP, pemantauan distribusi vaksin ke Kabupaten Mamuju dan Majene juga dilakukan oleh  Badan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi Sulawesi Barat. BPOM yang diwakili oleh Koordinator Bidang Substansi Pemeriksa, Hidayat Jusuf, mengatakan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Bio Farma selaku penyedia vaksin Sinovac.  Vaksin tahap kedua di produksi massal oleh Biofarma di Bandung untuk mengurangi risiko keriusakan pada proses saat pengiriman, sekaligus mengurangi biaya pengirimannya. Hidayat menambahkan bahwa BPOM sedang melakukan pemantauan vaksinasi sampai tingkat Fasyankes di tingkat Kabupaten, termasuk Puskesmas yang tersebar di desa-desa. Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BPKP untuk mengawal segi akuntabilitas dari program vaksinasi ini.   

Jumlah vaksin tahap II yang didistribusikan ke Kabupaten Mamuju sebanyak 330 vial, sedangkan untuk Kabupaten Majene sebanyak 90 vial. Jumlah vaksin yang diberikan sesuai dengan data penerima vaksin yang diajukan oleh masing-masing kabupaten. Rencananya akan ada pendistribusian lanjutan kepada Kabupaten Mamuju Tengah dan Pasangkayu pada hari senin depan. BPKP Sulbar juga telah berkoordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Mamuju dan Majene untuk turut melakukan pengawasan penerimaan vaksin di gudang farmasi masing-masing kabupaten.

sulbar