BPKP Sulawesi Barat Kawal Distribusi Vaksin Sinovac Tahap I

Pada hari Selasa, 5 Januari 2021 sesuai degan Surat Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 10.960 dosis Vaksin Sinovac dikirim dari Biofarma Jakarta ke Mamuju dengan pengawalan ketat dari Mako Brimob melalui jalur udara. Vaksin diterima di Mamuju yang dalam hal ini diwakili oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat sehari setelahnya pada hari Rabu (6/1).

Menurut pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, jumlah sebanyak 10.960 dosis nantinya akan digunakan untuk vaksinasi Tahap I Termin I pada Bulan Januari di wilayah Mamuju dan Majene dengan pembagian sebanyak 5.080 dosis untuk Kabupaten Mamuju dan 2.800 dosis untuk Kabupaten Majene yang hari ini sedang didistribusikan. Sedangkan 3.080 dosis sisanya masih menunggu surat dari Kementerian Kesehatan.

Pada hari ini (13/1) dilakukan pendistribusian sebanyak 2.800 dosis dari Gudang Farmasi di Mamuju ke Instalasi Farmasi di Majene. Proses pengiriman dilakukan dengan pengawalan ketat dari kepolisian mulai dari Brimob, Satlantas, dan personil BPOM Mamuju. Sebelum itu, Tim Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Untung Subagyo Kurniawan juga melakukan pemantuan terkait dengan proses distribusi dan sistem penyimpanan vaksin.

Dalam pendistribusian vaksin dari satu daerah ke darah lain dalam hal ini, dari Kabupaten Mamuju ke Kabupaten Majene, vaksin harus disimpan dalam kotak penyimpanan dengan suhu 2 – 6 derajat celcius.

Pelaksanaan Vaksinasi di Wilayah Sulawesi Barat yang pada Tahap I Termin I diawali dari Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene rencana akan dimulai pada hari Jumat (15/1) di Puskesmas Rangas. Beberapa prioritas utama yang divaksinasi pada Tahap I Termin I ini adalah Danrem, Kadis Kesehatan Provinsi dan Pejabat Polda Sulawesi Barat serta dilanjutkan dengan para tenaga kesehatan.

Sampai saat ini, untuk wilayah Sulawesi Barat telah memiliki sebanyak 339  vaksinator yang telah mengikuti pelatihan secara daring untuk membantu proses vaksinasi khususnya di wilayah Sulawesi Barat. Dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi sendiri kembali mengusulkan sebanyak 251 vaksinator untuk diikutkan dalam pelatihan dalam rangka membantu kelancaran proses vaksinasi, terlebih jika nanti harus dilaksanakan untuk seluruh wilayah Sulawesi Barat.