BPKP Selenggarakan Diklat Pengawasan Intern Berbasis Risiko bagi APIP Se-Sulawesi Utara

Manado – Sebagai bentuk upaya meningkatkan profesionalisme dan keahlian bagi aparatur dalam melaksanakan tugas dan jabatan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui STAR AF menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan Intern Berbasis Risiko bagi APIP se-Provinsi Sulawesi Utara, Senin (15/11), sesuai dengan persetujuan Pusdiklatwas BPKP.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung dari tanggal 15 November – 19 November 2021 ini, diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari inspektorat se-Provinsi Sulawesi Utara yang bertempat di Hotel Luwansa Manado.

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Utara Beligan Sembiring dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan diklat tersebut menjelaskan bahwa risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang apabila terjadi akan menghambat tujuan organisasi. Dalam pengelolaan manajemen risiko pada organisasi, setidaknya dibutuhkan Three Lines of Defence (Tiga Fungsi Pertahanan). Pada first line of defence merupakan tanggung jawab dari pelaku bisnis itu sendiri. Risiko yang ada dalam organisasi harus mampu dikendalikan dan diidentifikasi oleh jajaran manajemen yang terlibat.

“Karena itu, sebagian besar risiko itu bisa di atasi jika dilakukan tindakan maupun aksi perbaikan atas risiko yang teridentfikasi dan dipetakan”, ujar Kaper.

Lebih lanjut, sebagai lini pertahanan kedua atau second line, diantaranya ada unit manajemen risiko ataupun unit-unit yang dibentuk untuk penanganan risiko. Untuk third line, yaitu APIP. APIP, tambah Kaper, bertujuan untuk meyakinkan first line dan second line berjalan efektif atau tidak dalam mencapai sasaran manajemen risiko yang sudah ditetapkan.

“Untuk itu diperlukan pemilihan prioritas yang akan diaudit didasari berbasis risiko. Kita sebagai auditor perlu meyakinkan bahwa Standar Pelayanan Minimalnya telah berjalan dengan baik”, ungkap Kaper.

Menutup sambutannya, ia berharap agar para peserta serius dalam mengikuti diklat. Ia juga meminta agar banyak bertanya apabila belum paham mengenai materi yang diberikan.

(Kominfo BPKP Sulut/TH)