BPKP Paparkan Strategi untuk Meningkatkan Kinerja PDAM di Sulawesi Utara

Manado – Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Utara Beligan Sembiring menjadi keynote speaker dalam kegiatan diskusi acara Rapat Kerja Daerah Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Wilayah Sulawesi Utara, Jumat (29/10).

Hasil evaluasi kegiatan Prioritas Nasional Penyediaan Air Minum Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan masih terdapat beberapa BUMD Air Minum yang belum berkinerja sehat, yang mengakibatkan target yang telah ditentukan tidak tercapai. Untuk itu, Kaper memaparkan beberapa strategi yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kinerja PDAM khususnya di Sulawesi Utara.

Mengawali pemaparannya, ia menjelaskan perlunya mengatur jam operasional air. Pengaturan operasional pada jam-jam tertentu membuat kebutuhan masyarakat akan air bisa terpenuhi. Selain itu, penanganan pengaduan pelanggan tidak boleh diabaikan. Penanganan yang cepat dan tepat dari perusahaan, membuat pelanggan merasa lebih dihargai sehingga pembayaran tidak telat.

Sementara itu, dari sisi perusahaan, perlunya analisis kebutuhan guna meningkatkan kompetensi SDM. Melalui pelaksanaan bimtek atau pelatihanyang dapat meningkatkan kapabilitas dan pengetahuan bagi pegawai.

“Selain bimtek, sebenarnya sudah banyak cara-cara yang lain seperti lewat Program Pelatihan Mandiri (PPM) yang narasumbernya dari kantor sendiri”, ujarnya.

Lebih lanjut, perlunya mengefektifkan peran dan fungsi Satuan Pengawas Intern (SPI) di PDAM. SPI, tambahnya bukan hanya berperan untuk melihat permasalahan saja, tetapi juga untuk meningkatkan kinerja PDAM

Sebagai fungsi assurance, BPKP juga mengevaluasi kinerja dari PDAM dengan memberikan saran dan masukkan terkait permasalahan yang dihadapi. Selain itu, sebagai fungsi consulting, BPKP juga mengadakan Bimtek ataupun pelatihan bagi PDAM. Salah satunya Bimtek Manajemen Risiko PDAM.

“Jadi kita sudah petakan risiko-risiko yang ada, sehingga sejak awal ktia sudah tahu apa saja yang akan dikerjakan sehingga risiko-risiko tidak muncul”, ungkap Kaper.

Usai pemaparan dari Kaper, diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab yang langsung dimoderatori oleh Ketua PERPAMSI Sulawesi Utara Raymond Luntungan. Turut hadir sebagai narasumber Kepala BPPW Wilayah Sulawesi Utara Komang Raka Maharthana dan Dirut Dapenma Pamsi Sularno.

Acara yang dilaksanakan di Hotel Four Point Manado tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PERPAMSI L. Ahmad Zaini, para Direktur 11 PDAM di Sulawesi Utara, dan Korwas Bidang AN Harri Mustari.

 

(Kominfo BPKP Sulut/TH)