Pemkab Badung Bangun Integritas Anti Korupsi dengan Sosialisasi Pengukuran IEPK

Dalam rangka pencegahan terjadinya fraud Pemerintah Kabupaten Badung Provinis Bali melakukan komitmen dari tingkat pimpinan atas sampai dengan bawah yang telah dilakukan dengan kinerja terukur dan itu artinya Pemkab Badung siap mendukung Pengukuran Indek Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK), demikian sambutan pembukaan Inspektur Badung, Luh Suryaniti dalam kegiatan sosialisasi IEPK di Ruang Kertha Gosana, Puspem Kabupaten Badung (27/11/2020).

Description: http://www.bpkp.go.id/public/upload/unit/bali/images/IEPK-Badung.gifAcara Sosialisasi Pengukuran Indek Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) dibuka oleh Inspektur Kabupaten Badung, Luh Suryaniti didampingi oleh Korwas Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Bali, IG. Setya Rudi Wiyana, selaku narasumber. Kegiatan Sosialsisi dihadiri Kepala OPD, Sekdis OPD se-Kabupaten Badung dengan jumlah 70 orang peserta. Pelaksaaan sosialisasi tetap dengan menerapkan protokol Kesehatan COVID-19.

Inspektur Badung mengatakan bahwa Pemerintah Badung telah melaksanakan pencegahan korupsi bekerja sama dengan KPK. Di tahun 2017 nilai SPI Badung ada diatas rata-rata di seluruh Kabupaten se-indonesia dan banyak penghargaan secara nasional diterima dalam pengendalian korupsi. Pemkab Badung berusaha meningkatkan pemahamanan pencegahan korupsi melalui kegiatan yang lebih intensif terhadap perangkat daerah dengan memetakan perangkat daerah mana yang mungkin potensial terpapar praktek korupsi dengan menggunakan tujuh klasifikasi korupsi seperti kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

Di tahun 2019 setelah melakukan survey dengan tujuh klasifikasi tersebut, Pemkab Badung melakukan survey penilaian integritas Kembali, hasilnya rata-rata meningkat dari sebelumnya, ini merupakan usaha yang dilakukan Pemkab Badung untuk melakukan pencegahan terjadinya fraud. Dengan demikian dalam jajaran Pemkab Badung sudah tumbuh satu kesatuan dalam pemahaman untuk meningkatkan integritas dengan menanamkan kesadaran kejujuran yang hakiki, “integritas itu kuncinya adalah kejujuran dari hati Nurani”, ungkap Luh Suryaniti.

IG. Setya Rudi Wiyana dalam paparannya mengatakan, Bali memang salah satu contoh indeks anti korupsi yang berhasil dengan tingkat korupsinya yang rendah, dan hal tersebut penanganan korupsinya akan lebih banyak peningkatan pada sisi pencegahan, Pengedalian korupsi seperti halnya pelaksanaan maturitas SPIP yang menerapkan beberapa level, dalam pencegahan korupsi juga akan diukur dengan melakukan beberapa level, dan menjadi road map untuk selalu meningkatkan efektivitas pencegahan korupsi.

Lebih jauh Rudi Wiyana mengatakan bahwa IEPK merupakan alat untuk mengukur keberhasilan usaha pengendalian korupsi, “Untuk itu perlu memahami dulu apa itu Indek Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) tersebut seperti, Arti penting (importance) IEPK; Praktik-praktik pengukuran korupsi yang akan digunakan; Pendekatan/perspektif; Hakikat tiga pilar pembentuk IEPK; Dimensi dan indikatornya; Unit analisis (entitas sasaran) yang akan ditentukan; Pendekatan pengukuran yang akan dilakukan; Metode pengumpulan data; Teknik analisis data dan Scoring IEPK”, jelasnya (AS).