Bimtek Pendekatan Baru Implementasi SPIP

Terkait dengan dinamika perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan menuntut pula perubahan dalam hal implementasi SPIP dan penilaian maturitasnya. Untuk itu, BPKP telah merancang pendekatan baru dalam hal penyelenggaraan SPIP yang mencakup manajemen risiko, kapabilitas APIP, indeks efektivitas pengendalian korupsi dan struktur dari SPIP sendiri. Dengan pendekatan baru tersebut diharapkan dapat lebih terwujud keserasian antara skor maturitas penyelengaraan SPIP dengan akuntabilitas di Pemda.

Saat ini yang masih menjadi catatan dalam evaluasi oleh BPKP Jawa Timur adalah masih terdapat 2 pemda yang belum WTP, 8 pemda yang belum Level 3 dalam hal maturitas SPIP, pemetaan Baseline Manajemen Risiko di lingkungan pemda dalam kisaran skor 1 s.d 2,75, dan 29 Inspektorat belum Level 3 Kapabilitas APIP-nya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Alexander Rubi Satyoadi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pedoman Result-Base Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada Pemerintah Daerah se Provinsi Jawa Timur, di Ruang Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Kamis (25/3). Kegiatan bimtek ini diselenggarakan selama 2 hari (25-26 Maret 2021). Acara pembukaan bimtek ini juga dihadiri oleh Direktur Pengawasan Tata Kelola Pemerintah Daerah, Bea Rejeki Tirta Dewi yang sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Kegiatan Bimtek SPIP ini diikuti oleh 191 orang peserta dari beberapa OPD Pemda-pemda se Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri secara tatap muka oleh hanya 20 orang di Ruang Aula Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, selebihnya mengikuti bimtek ini secara daring.