PEMETAAN DAN BRAINSTORMING AWAL PERANCANGAN TRANSFORMASI PENGAWASAN BPKP MELALUI EA

(Jakarta 28/11) Pusat Informasi Pengawasan bekerjasama dengan Biro Manajemen Kinerja, Organisasi dan Tata Kelola menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan dan Brainstorming Awal Perancangan Transformasi Pengawasan BPKP Melalui Enterprise Architecture di Hotel Novotel Jakarta Mangga Dua Square, Jakarta. Acara ini dibuka oleh Ernadhi Sudarmanto, Ak., M.M.,M.Ak. selaku Sekretaris Utama yang sebelumnya didahului oleh laporan ketua penyelenggara Sofia Mahardianingtyas dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh unit kerja pusat BPKP. Karena dilaksanakan di tengah pandemi, FGD ini diselenggarakan tetap dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan FGD ini adalah salah satu dari rangkaian tahapan Enterprise Architecture.  Tujuan diselenggarakannya acara ini adalah agar  tersedianya sebuah arsitektur landasan utama dalam merealisasikan keterpaduan atau keselarasan pencapaian outcome BPKP sebagaimana tercantum dalam Renstra BPKP 2020-2024, Peta Proses Bisnis, dan rencana pengembangan teknologi informasi.

Pada kesempatan kali ini kegiatan FGD ini dipaparkan oleh para narasumber yang mumpuni, sebagai berikut

1. Amdi very Darma, Kepala Biro MKOT

2. Rudy M Harahap, Kepala Pusinfowas

3. Prof. Yudho Giri Sucahyo, Guru Besar UI

Enterprise Architecture adalah praktik menganalisis, merancang, merencanakan, dan mengimplementasikan analisis perusahaan agar berhasil melaksanakan strategi bisnis juga membantu menyusun proyek dan kebijakan TI untuk mencapai hasil bisnis yang diinginkan dan untuk tetap mengikuti tren dan gangguan industri menggunakan prinsip dan praktik arsitektur, sebuah proses yang juga dikenal sebagai perencanaan arsitektur perusahaan (EAP). Manfaat dari EA adalah membantu menjelaskan bagaimana informasi, bisnis, dan teknologi berproses secara bersamaan. Tujuan EA itu sendiri adalah Mendukung desain ulang dan reorganisasi, terutama selama perubahan organisasi besar, merger atau akuisisi. Ini juga berguna untuk membawa lebih banyak disiplin ke dalam organisasi dengan menstandarkan dan mengkonsolidasikan proses untuk lebih konsisten. (sumber: Sarah K White, www.cio.com) (AW)