Meningkatkan Kinerja Auditor Internal melalui Semangat Inovatif dan Budaya Berbagi Pengetahuan

Topik hasil litbang yang diseminarkan dalam kegiatan ini adalah Bahan Panduan Implementasi Struktur Manajemen Risiko Sektor Publik oleh Tri Wahyono, Agile Internal Audit oleh Gun Gun Gunanjar, dan Bahan Pedoman Umum Pengawasan Cepat yang disampaikan oleh Purwantoro. Seminar dimoderatori oleh Kabid Pengembangan dan Inovasi Pengawasan Puslitbangwas BPKP Jamason Sinaga. Adapun narasumber pembahas adalah Director Internal Auditor PwC Indonesia Meita Laimanto dan Auditor Utama BPKP Alphonsa Ani Maharsi.

Kapuslitbangwas BPKP Bonardo Hutauruk dalam sambutannya menyatakan bahwa seminar dan forum kelitbangan ini dilaksanakan berdasarkan satu semangat untuk menjadikan BPKP sebagai organisasi pembelajar yang inovatif. Upaya tersebut perlu didukung oleh seluruh pegawai dan unit kerja, baik di pusat maupun di perwakilan BPKP. Seminar Kelitbangan menjadi ajang untuk menyampaikan hasil kajian dari Puslitbangwas bagi perbaikan proses bisnis di BPKP, sedangkan Forum Kelitbangan merupakan sarana evaluasi sekaligus membangun komitmen bersama dalam mengembangkan inovasi di BPKP dalam rumah besar Knowledge Management System atau KMS. Dalam kesempatan ini juga dicanangkan komitmen Puslitbangwas BPKP untuk menjadi Pusat Unggulan Inovasi.

Saat membuka secara resmi kegiatan, Pelaksana Tugas Kepala BPKP Iswan Elmi mengatakan bahwa tidak akan maju suatu organisasi apabila litbangnya jalan sendiri. Oleh karena itu, harus ada keterkaitan antara program-program kelitbangan dengan capaian yang akan dicapai oleh BPKP. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini dan diharapkan kegiatan litbang betul-betul sinkron dengan capaian organisasi BPKP,” lanjutnya.

Pada pemaparan materi Bahan Panduan Implementasi Struktur Manajemen Risiko Sektor Publik, dijelaskan apa yang dimaksud dengan struktur manajemen risiko, serta bagaimana penerapannya di Indonesia, khususnya untuk Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah. Materi Agile Internal Audit memberikan gambaran mengenai konsep agile internal audit dan manfaatnya, serta bagaimana penerapannya di BPKP. Materi terakhir yang disampaikan, yaitu Bahan Pedoman Umum Pengawasan Cepat, menggambarkan prinsip-prinsip pengawasan cepat dan bagaimana penerapannya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi.

Ani Maharsi menyatakan bahwa penelitian-penelitian yang dilakukan oleh Puslitbangwas ini sudah sesuai karena telah mengangkat masalah-masalah kekinian. Terkait dengan manajemen risiko, yang menjadi kendala pemilik risiko adalah tidak merasa memiliki risiko. Ke depannya, perlu ditumbuhkan budaya sadar risiko. Mengenai pengawasan cepat, diharapkan hal tersebut tidak mengorbankan profesionalisme auditor dan kualitas kerja yang dihasilkan. Sejalan dengan hal tersebut, Meita Laimanto menyampaikan bahwa PwC telah menerapkan agile, seperti tidak ada ruangan khusus untuk pegawainya dengan tujuan efisiensi. Terhadap klien, PwC lebih mengutamakan berbicara langsung ke proses bisnis sehingga dapat cepat menangkap ekspektasi klien terhadap tujuan audit yang akan dilakukan.

Kegiatan seminar kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para peserta seminar. Pada sesi forum kelitbangan, dihadirkan narasumber dari berbagai instansi atau lembaga, seperti R. Siti Zuhro dari LIPI yang memaparkan Peran Penelitian dan Pengembangan dalam Mendukung Kinerja Organisasi, dan Tri Widodo W. Utomo dari LAN yang membawakan Inovasi pada Sektor Publik. Kegiatan forum kelitbangan 2019 ini dilaksanakan hingga hari Kamis yang ditutup dengan upacara pengukuhan Duta KMS BPKP oleh Sekretaris Utama BPKP Dadang Kurnia. Dengan berakhirnya upacara tersebut, maka resmilah peserta forum sebagai Duta KMS BPKP.

(Humas Puslitbangwas: y@d)