Pengendalian terhadap Pemimpin, Upaya Menurunkan Praktik Korupsi yang Melibatkan Pemimpin Organisasi

Masih dalam suasana HUT BPKP ke-36, kegiatan pembinaan dan koordinasi kelitbangan diadakan di aula kantor Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu, berupa sosialisasi dan sharing session mengenai kegiatan kelitbangan yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh Puslitbangwas BPKP. Acara dibuka oleh Kabag TU, Althofur Rohman, mewakili Kepala Perwakilan, Ramli M. Sihombing yang sedang keluar kota menghadiri kegiatan di Kabupaten Mukomuko.

Kepala Puslitbangwas, Bonardo Hutauruk mengawali acara pembinaan dan koordinasi dengan menjelaskan kegiatan-kegiatan litbang yang telah berjalan maupun yang akan dilakukan oleh Puslitbangwas BPKP, khususnya penelitian mengenai Pengawasan dengan Partisipasi Masyarakat (PPM), Manajemen Risiko (MR), Continuous Audit Continuous Monitoring (CACM), dan rencana penelitian terkait istilah akuntansi terbaru. Kapuslitbangwas juga menginformasikan terkait tupoksi Puslitbangwas dalam mengoordinir penelitian dan kajian di BPKP dan juga optimalisasi Knowledge Management System (KMS) melalui Library Café. Selanjutnya, Rudy M. Harahap, selaku Kabid Program dan Kerjasama Puslitbangwas bertindak sebagai host dalam menghantarkan pemaparan materi dari influencer Puslitbangwas, Dina Anggraeni dan Chekat F. Rosyadi.

Sebelum memulai pemaparan materi, Rudy M. Harahap meminta audiens untuk berdiri dan maju ke depan mengisi kursi yang masih kosong di depannya. Cara ini terlihat efektif dalam mengubah budaya masyarakat Indonesia yang cenderung memilih duduk di belakang saat ada acara.

Influencerpertama, Dina Anggraeni menjelaskan tentang penelitian yang sedang dikembangkan oleh Puslitbangwas yang berjudul Pengendalian atas Para Pemimpin Puncak (Top Leaders) untuk Menurunkan Praktik Korupsi yang Melibatkan Pemimpin Puncak Organisasi Publik. Penelitian berangkat dari permasalahan banyaknya kepala daerah/pejabat negara yang terlibat kasus korupsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data primer dengan melakukan wawancara kepada pejabat di kementerian yang puncak pimpinannya, yang belum pernah terlibat kasus korupsi. Dalam penelitian ini, didapatkan simpulan bagaimana mengontrol pemimpin agar tidak korupsi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui sistem dan aturan, kompetensi, keberanian, program pengenalan pemimpin, pengendalian klan, dan melindungi pemimpin.

Influencer selanjutnya, Chekat F. Rosyadi menjelaskan tentang ide penelitian yang berjudul The Importance of Supporters dan juga pengenalan Knowledge Management System (KMS) melalui Library Café. Dalam materi pertama, Chekat memaparkan ide tentang fun office dan faktor-faktor yang sekiranya dapat membuat pegawai bahagia. Materi selanjutnya, pengenalan terhadap KMS yang didorong melalui kegiatan sharing knowledge melalui Library Café dan bagaimana membangun Library Café di kantor perwakilan.

Di akhir acara, Kapuslitbangwas BPKP menyerahkan Buletin Library Café edisi terbaru yang berisi kegiatan-kegiatan Library Café yang sudah terlaksana di kantor pusat. Di dalam buletin tersebut juga terdapat panduan bagaimana membangun Library Café di kantor perwakilan BPKP. Selain itu, dalam buletin terbaru juga sudah memasukkan newsletter dari kegiatan Library Café terakhir di kantor BPKP pusat.

(Humas Puslitbangwas BPKP: CFR/Jie)